Ketua Umum UKM Maphan, Muhammad Kahfi Sofyan. (Foto: Sumaya Nursyahidah-Profesi)
Ketua Umum UKM Maphan, Muhammad Kahfi Sofyan. (Foto: Sumaya Nursyahidah-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Peduli HIV/AIDS & Napza (Maphan) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Webinar Hari Anti Narkotika Internasional (Hani) 2021 dengan mengusung tema “War On Drugs” yang dilaksanakan secara daring/ melalui Via Zoom Meeting. Rabu (30/6)

Dalam kegiatan ini menghadirkan beberapa pemateri yaitu Bambang Wahyudin dan Heru Arfianta sebagai Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan (BNNP Sulsel) serta Fachri Hasanuddin selaku Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPMN).

Ketua Umum, Muhammad Kahfi Sofyan mengatakan jumlah peningkatan narkoba di indonesia semakin hari meningkat bahkan generasi penerus bangsa masih terkena narkotika yang menyebabkan banyak kerugian besar yang berimbas kepada masyarakat.

“Di indonesia itu sendiri jumlah peningkatan kumpulan narkoba terus saja meningkat setiap harinya hampir 40-50 generasi muda kita masih kena narkotika dan begitu pun kerugian-kerugian dan material yang di perkirakan sampai dengan 63 triliun yang mencakup kerugian belanja akibat narkotika, kerugian akibat biaya narkotika, akibat barang-barang yang di curi, kerugian akibat rehabilitasi”, katanya.

Lanjut, kahfi juga mengungkapkan banyak hal yang dikhawatirkan jika seseorang terjerumus kedalam hal ini, beberapa kejahatan pun kerap terjadi bahkan mulai dari anak-anak hingga dewasa bahkan pejabat yang seharusnya menjadi contoh masih ada yang menggunakan narkoba.

“Dan yang lebih menghawatirkannya lagi kejahatan yang luar biasa merenggut, tidak hanya di kota, dikampung maupun di desa, tidak hanya orang dewasa perempuan, anak-anak juga ikut-ikutan, tidak hanya orang biasa tapi juga aparat pejabat yang seharusnya menjadi contoh masih juga menggunakan narkoba”, ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan pengedar saat ini semakin lincah dalam mempengaruhi aparat hukum dan keamanan di indonesia bahkan mereka pun menunggangi anak dibawah umur menyebarkan narkoba.

“Begitupun dengan para pengedar saat ini sudah sangat pintar untuk kemudian mengelabuhi aparat hukum dan keamanan yang ada di indonesia salah satunya mereka memanfaatkan anak-anak ataupun wanita sebagai untuk mengedarkan narkoba”, ujarnya.

Terakhir, ia berharap semoga dengan adanya kegiatan ini mahasiswa bisa menerapkan kepada masyarakat indonesia untuk mengingatkan bahayanya narkoba terkhusunya lagi mahasiswa UNM.

“Harapan saya kedepannya semoga masyarakat indonesia tekhusus mahasiswa UNM tidak masuk dalam daftar pengunaan narkoba dan juga kita bisa bersinergi dalam pembatasannya, semoga kegiatan webinar ini mendapatkan bekal yang kemudian hal itu di teruskan lagi untuk mengedukasi masyarakat supaya kita bisa terhindar jauh dari narkoba”, harapnya. (*)

*Reporter: Sumaya Nursyahidah