PKM Pengabdian Masyarakat, Pemberdayaan Lansia Smart Sebagai Usaha Mencegah Munculnya Covid-19. (Foto: Ist)
PKM Pengabdian Masyarakat, Pemberdayaan Lansia Smart Sebagai Usaha Mencegah Munculnya Covid-19. (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Armita Puspita.K yang lolos pendanaan dalam kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Negeri Makassar (UNM) Kementrian dan Kebudayaan (Kemenikbud) Republik Indonesia (RI) melalui jenderal pendidikan tinggi (Dikten Dikti) yang memberikan bantuan dana kepada mahasiswa yang telah mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa lolos pendanaan untuk memfasilitasi potensi yang dimiliki mahasiswa indonesia untuk mengkaji, mengembangkan dan menerapkan ilmu dan teknologi kepada masyarakat luas.

Pemberian bantuan dana tersebut berbeda-beda sesuai dengan dana yang telah di ajukan pada proposal sebelumnya. Berikut PKM yang lolos pendanaan 5 bidang dan 3 bidang UNM 2021.

  • PKM-Karsa Cipta (PKM-KC)
  • PKM-Kewirausahaan (PKM-K)
  • PKM-Penelitian (PKM-PI)
  • PKM-Pengabdian Masyarakat (PKM-PM)
  • PKM-Riset (PKM-R)
  • PKM-Gagasan Futuristik Konstruktif (PKM-GFK)
  • PKM-Artikel Ilmiah (PKM-AI)
  • PKM-Gagasan Tertulis (PKM-GT)

Ada beberapa tahap seleksi yang akan dilaksanakan selanjutnya hingga akhirnya finalis kategori akan dilombakan dalam ajang Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) setelah melewati beberapa proses. Pada ajang PIMNAS setiap Finalis akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan mendali juara presentasi dan poster.

Adapun jumlah mahasiswa yang lolos pendanaan setiap fakultas terbagi menjadi:

  • Fakultas Matematika dan Ilmu
    Pengetahuan Alam (FMIPA) 26 orang
  • Fakultas Tehnik (FT) 20 orang
  • Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) 21 orang
  • Fakultas Ilmu Komunikasi (FIK)1 orang
  • Fakultas Bahasa da Sastra (FBS) 29 orang
  • Fakultas Ilmu Sosial (FIS) 2 Orang
  • Fakultas Psikologi (Fpsi) 4 orang
  • Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 5 orang
  • Fakultas Seni dan Desain (FSD) 1 orang.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Binis Armita Puspita.K yang lolos pendanaan dengan tema “Pemberdayaan Lansia Smart Sebagai Usaha Mencegah Munculnya Covid-19 di Daerah Karampuang Desa Moncobalang, Kecamatan Barombong” dana yang di ajukan sebesar RP. 7.339.200. Akan tetapi dana yang di acc oleh dikti itu sebesar Rp7.300.000.

Mahasiswa jurusan manajemen ini menjelaskan latar belakang pemilihan judul PKM-PM yang di usung yakni melihat adanya suatu celah yang terjadi selama pandemik khususnya terhadap perkembangan posyandu Lansi daerah karampuang. Ia ingin agar pemberdayaan dari lansia smart ini bisa berjalan di kampung tercintanya serta mengedukasi mereka agar sama-sama mengetahui bahayanya Covid-19.

“Oleh karena itu, kami sebagai tim PKM-PM bersama mitra selaku kader posyandu lansia, untuk mengusung rencana kami ke depannya agar pemberdayaan dari lansia smart ini bisa berjalan di kampung tercinta kita seperti itu. Nah karena ada indikator yang perlu kami perhatikan, seperti bagaimana cara membuat lansia itu menjadi smart dalam artian kita mampu mengedukasi mereka untuk sama-sama tahu bahaya covid-19”, katanya.

Lanjut, ia merasa sangat senang dan bersyukur setelah mengetahui proposal yang diajukan lolos pendanaan. Dari sekian banyaknya mahasiswa yang mendaftar dan mengajukan proposal kemudian ia termasuk didalamnya. Serta ia juga mengenal orang-orang baru yang telah berpengalaman berhasil lolos pendanaan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Perasaan kami sebagai salah satu dari sekian banyak peserta yang telah memasukkan proposalnya itu, kemudian kami terpilih menjadi salah satu yang menerima pendanaan dari dikti itu perasaannya sangat senang dan banyak bersyukur, kemudian perasaan optimis dan bisa berkenalan dengan orang-orang baru, sharing pengalaman dengan kakak senior yang telah lolos di pendanaan, tentu saja kami sangat senang dan bersyukur dengan apa yang telah tuhan berikan kepada kami”, ujarnya.

Lebih lanjut, Mita sapaanya mengungkapkan indikator pelaksanaan kegiatan Lansia Smart untuk meningkatkan dan mengelola stres yang di alami oleh para lansia yang mengalami stres menghadapi wabah ini dengan membentuk sebuah kegiatan kreativitas berupa kerajinan tangan untuk menghilangkan rasa jenuh pada lansia.

“Bagaimana cara kami bersama para kader untuk meningkatkan atau mengelola stres dari pada lansia agar mereka itu tidak jenuh di masa pandemi dengan cara memberikan mereka penyaluran seperti program pembuatan kerajinan tangan. Dalam hal ini ialah prakarya. Dalam pembuatan prakarya itu, kami mengusung konsep ialah menggunakan konsep tasbih hand made agar tidak jenuh selama masa pandemi seperti saat ini”, ungkapnya.

Pada tahap perkembangan hingga saat ini sudah menjalalankan progres hingga beberapa persen yang di mulai dari tahap persiapan hingga membeli perlengkapan, langkah selanjut ia akan merencanakan pembelian barang pada tahap kedua yang sementara di tunggu dari Dikti yang kemudian akan di salurkan kepada tahap kegiatan selanjutnya yang sudah berjalan selama 2 minggu.

“Untuk dibagian perkembangan sendiri, sejauh ini kami sudah mengalami progres sebesar 20%, Mulai dari awal di tahap persiapan itu kami sudah menempuhnya hingga pembelian barang pada tahap 1. kemudian nanti taggal selanjutnya setelah kita planningkan lagi, kita akan membeli perlengkapan pada tahap keduanya. Nah untuk bagian tahap keduanya itu, kita menunggu dana dari dikti itu keluar terlebih dahulu kemudian kita akan menyalurkan kepada kegiatan. Tetapi untuk saat ini kegiatan kami ini sudah jalan 2 pekan. Yang pertama, adalah kegiatan pada tahap 1. Kalian bisa lihat di instagram kami yaitu @lansiasmart”, katanya.

Tanggapan masyarakat di sekitar/lansia terkhususnya kepada mitra posyandu lansia, mereka sebelumnya di edukasi terlebih dahulu tentang penyuluhan dari bahayanya Covid-19 yang kemudian ada beberapa kegiatan yang sudah di rancang terkhusus kepada lansia sehingga mereka bisa nyaman dan juga bisa sharing di tempat itu. Serta masyarakat sekitarnya sangat mendukung kegiatan ini yang sebelumnya telah di koordinasikan kepada mitra sebelumnya meskipun ada rasa kekhawatiran dengan cara yang mereka lakukan.

“Mereka sangat aware dengan hadirnya kegiatan pemberdayaan lansia karena setelah kami koordinasi terlebih dahulu kepada mitra kami mereka itu juga memberikan semacam kekhawatiran kepada kita bagaimana caranya melakukan pemberdayaan lansia di kampung kita tercinta”, ungkapnya. (*)

*Reporter: Sumaya Nursyahidah