Pamflet Tim PKM Fakultas Teknik yang Lolos Pendanaan Pekan Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta, Rabu (2/6)- Foto: Ist.

PROFESI-UNM.COM – Sebanyak empat mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM) yang tergabung dalam satu tim berhasil lolos pendanaan Program Kreatifitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) dengan judul ‚ÄúSmart Flower Shelf Berbasis IoT sebagai Upaya Meminimalisir Kasus Pencurian dan Mengoptimalkan Kebutuhan Air pada Tanaman Hias”, Rabu (2/6).

Keempat mahasiswa tersebut tiga diantaranya adalah mahasiswa Pendidikan Teknologi Pertanian (PTP) yaitu Hairil Asyurah, Riswan Ridwan, Nur Asisah, dan Muhammad Bili Akbar mahasiwa Pendidikan Vokasi Mekatronika.

Ketua tim, Hairil Asyurah, mengatakan semenjak munculnya kembali hobi menanam tanaman hias yang marak sejak pandemi covid-19, muncul pula motif kejahatan baru yang membuat masyarakat resah akan hal tersebut.

“Sekarang lagi viral-viralnya orang menanam tanaman hias dan bisa dikatakan hobi baru selama masa pandemi dan permasalahnnya banyak kasus pencurian bunga mulai dari harga ratusan sampai jutaan,” ungkapnya.

Hairil sapaannya, menjelaskan bahwa Smart Flower Shelf merupakan rak bunga cerdas yang didesain sebaik mungkin sehingga dapat memudahkan pemilik bunga karena menggunakan beberapa sensor berbasis IoT yang terhubung langsung dengan Handphone pemilik bunga.

“Sensor ini berbasis IoT yang terhubung langsung ke hp sehingga pemilik bunga akan mengetahui siapa saja yang mendekat ke bunganya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hairil mengatakan Smart Flower Shelf yang mereka buat menggunakan beberapa sensor seperti sensor ultrasonik, sensor pir, sensor ldr, sensor laser dan sensor kelembaban tanah. Sensor kelembaban tanah ini dapat memprediksi ketika tanah memiliki kelembaban yang rendah.

“Sensor kelembaban tanah ini nantinya akan mendeteksi kelembaban tanah sehingga pengontrolan airnya akan secara otomatis menyiram bunga ketika kelembabannya rendah,” ujar Hairil.

Ia juga mengaku pertama kali mengikuti ajang pekan kreativitas mahasiwa tersebut sehingga dirinya harus pandai memanjemen waktu. “Kita harus bekerja ekstra dan manajemen waktu sebaik mungkin karna saya ikut juga program merdeka belajar jadi harus bolak balik maros makassar”, ujar mahasiswa 2018 itu.

Disisi lain, dosen pembimbing, Nunik Lestari, mengungkapkan bahwa ide yang dikembangkan oleh para mahasiswa tersebut bukanlah isapan jempol semata tapi mereka dapat mewujudkannya dengan teknik yang tersedia di zaman sekarang.

“Saat ini teknologi sistem kontrol dan IoT sangat lekat sekali di kehidupan kita sehari-hari. Untuk para penghobi tanaman hias yg berharga mahal, teknologi tersebut tergolong ramah di kantong dibandingkan dengan harga tanaman yg harus mereka jaga keselamatannya”, ungkapnya.

Nunik Lestari berharap agar teknologi Smart Flower Shelf yang dibuat oleh mahasiswa ini tidak berhenti sampai laporan PKM saja namun dapat merealisasikannya sehingga dapat memberikan dedikasinya kepada masyarakat.

“Entah itu dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat atau bahkan hingga ke segmen komersial,” harap dosen Pendidikan Teknologi Pertanian tersebut. (*)

*Reporter: Mustika Fitri