Dessert hidangan kontinental (puding) - Foto: Int.

PROFESI-UNM.COM – Hidangan makanan kontinental merupakan hidangan yang terdiri dari appetizer, soup, main course dan dessert. Hidangan ini merupakan urutan satu courses menu.

Hidangan appetizer merupakan hidangan pembuka atau dalam bahasa Inggris disebut appetizer dan dalam bahasa Perancis dikenal dengan istilah Hor’s D’oeuver. Appetizer atau hidangan pembuka di sajikan dengan porsi kecil atau satu maupun dua gigitan (bite size).

Sebagai hidangan pembuka appetizer berfungsi merangsang nafsu makan dan disajikan sebagai hidangan pertama sebelum menikmati hidangan yang lainnya. Hidangan ini biasa disajikan dengan menggunakan alat yang disebut salad plate.

Hidangan appetizer dapat disajikan panas atau dingin dengan porsi berkisar antara 50 sampai 100 gram per porsi. Sup dapat disajikan panas maupun dingin, sup panas disajikan pada suhu antara 70-80°C sedangkan untuk sup dingin dengan suhu antara 5-7°C.

Apabila menyajikan sup panas dalam jumlah banyak maka alat penghidang harus dilengkapi dengan menggunakan pemanas. Penyajian sup sebagai
appetizer dengan porsi 2 – 2% dl, sedangkan untuk main course dengan porsi 3 – 3% dl.

Garnish yang ada dalam sup atau garnish yang digunakan sebagai bahan isi. Misalnya; sayuran, daging, ayam, udang, biji-bijian, produk pasta. Garnish yang ditaburkan di atas sup atau sebagai topping. Misalnya: chopped parsley, keju parut, cream, crouton, paprika powder. Garnish yang berupa pelengkap atau disajikan sebagai penyerta (accompaniment). Misalnya : crackers, corn chip, wafer, french bread.

Pengertian Main Course atau Makanan utama adalah hidangan pokok dari suatu susunan menu lengkap yang dihidangkan pada waktu lunch maupun dinner, ukuran porsinya lebih besar dari appetizer. Main Course bisa juga disebut Main dish atau Groce piece.

Komposisi Main Course: Komposisi pada Main Course untuk bahan hewani seperti daging adalah 175-225 gram, untuk sayuran adalah 75 gram, dan untuk garniture adalah 75 gram. Bahan makanan untuk Main Course adalah bahan yang berasal dari bahan hewani, seperti daging, unggas (ayam, bebek, kalkun), ikan (kakap, tuna, tenggiri), seafood (kerang, cumi-cumi, udang, lobster, kepiting.

Sayurannya bisa brokoli, wortel, buncis, asparagus, bunga kol, sedangkan untuk garniture atau bahan makanan yang mengandung pati biasanya adalah kentang. Bahan makanan untuk Main Course yang berasal dari Ayam: Ayam merupakan salah satu bahan makanan hewani yang mengandung protein.

Ayam yang diolah untuk masakan kontinental adalah jenis ayam pedaging, karena memiliki daging yang lembut dengan kualitas yang baik. Bahan pelengkap Main Course seperti Garniture dan Sayuran. Garniture terdiri dari bahan makanan yang mengandung pati seperti kentang.

Kentang bisa dibuat dengan bermacam metode memasak, misalnya kentang yang dibakar (Baked Jacket Potatoes), kentang yang digoreng (Chips Potatoes), kentang yang dipanggang dan dibentuk menyerupai kerucut (William Potatoes). Kentang juga dapat diganti dengan pasta seperti di negara Italia yaitu spaghetti atau bentuk pasta lain seperti lasagna dan maccaroni.

Hidangan penutup (dessert) adalah hidangan yang disajikan setelah hidangan utama (main course) sebagai hidangan penutup atau biasa disebut dengan istilah pencuci mulut. Dessert biasanya mempunyai rasa manis dan menyegarkan.

Fungsi dessert dalam giliran hidangan (courses) adalah sebagai hidangan yang menyegarkan setelah menyantap hidangan utama (main course). Penyajian dessert pada hidangan kontinental menggunakan alat hidang dessert plate dengan porsi 100 – 120 gram.

Tulisan ini dikutip dari Modul Paket Keahlian Jasa Boga SMK yang berjudul “Kelompok Kompetensi G Pengolahan, Penyajian Makanan Indonesia dan Kontinental” yang ditulis oleh Wiwi Rusmini, dkk. Oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Bisnis dan Pariwisata Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2016.(*)

*Reporter: Nur Azisa