Rektor UNM, Husain Syam saat melakukan kunjungan ke Lapas I Makassar. (Foto: Ist.)

PROFESI-UNM.COM – Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Husain Syam, melakukan kunjungan ke Lapas Kelas I Makassar. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau pembuatan jas almamater UNM, Sabtu (8/5).

Pembuatan jas almamater UNM ini merupakan bagian dari kerja sama antara UNM dengan Lapas Kelas I Makassar. Sebagai bentuk penghargaan kepada para Warga Binaan Masyarakat (WBM) atas kreativitasnya tersebut Rektor UNM, Husain Syam melihat langsung proses pembuatan jas almamater UNM tersebut.

Dilansir dari http://ujungjari.com, Dalam kunjungannya, Husain Syam mengatakan kerja sama ini adalah langkah yang baik dalam memberikan keterampilan pada warga binaan, salah satu bagian dari UNM untuk selalu bisa memberi manfaat kepada masyarakat, khususnya kepada Warga Binaan Lapas sehingga memiliki keterampilan.

“Ini baru kita temukan kerjasama yang baik dalam rangka membina dan memberikan keterampilan, Ini betul-betul langsung produksi sehingga bisa kelihatan kualitas keterampilannya kalau ini bagus, tentu kami akan tingkatkan kerja samanya,” ungkapnya.

Eks Dekan Fakultas Teknik UNM itu berharap kerjasama antara UNM dan Lapas Kelas I Makassar bisa ditingkatkan dalam berbagai aspek, sehingga dapat terus bersinegi.

“Ini kerjasama yang baik. Bukan hanya hal ini, masih banyak hal lain yang bisa kita kerja samakan. Ada mahasiswa Psikologi ada lembaganya kita melakukan assessment supaya tetap pada posisi dimana ia dibina,” harapnya.

Disisi lain, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulsel, Harun mengucapkan terima kasih kepada UNM, karena sudah mempecayakan pembuatan almamater kepada Warga Binaan Permasyarakatan Lapas Kelas I Makassar.

“Kantor wilayah Kemenkuham berterima kasih kepada bapak Rektor UNM yang sudah memesan 2.000 jas almamater. Sekarang sudah selesai hampir 500. Ini kebanggaan bagi kami,” ungkapnya.

Harun menjamin produksi jas almamater UNM dikerjakan dengan teliti dan rapi, sehingga dari sisi kualitas tidak kalah dengan jas almamatar sebelumnya.

“Produk jaket ini dalam pengawasan quality control yang baik, Insya Allah mutunya di atas alamater yang dicontohkan. Kita berharap ke depan makin banyak sinergi yang positif. Kita sudah buat MoU UNM tentang kekayaan intelektual,” terangnya.

*Reporter: Mustika Fitri