Ketua ASETI Sulsel, Nurwahida saat membawakan materi di webinar UKM Seni UNM. Foto-Tito Koes Herdianto.

PROFESI-UNM.COM – Ketua Asosiasi Seniman Tari Indonesia (ASETI) Sulawesi selatan, Nurwahida membawakan materi dalam kegiatan Webinar yang dilaksanakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Universitas Negeri Makassar (UNM), Senin (3/5).

Dalam Webinar ini Nurwahida membawakan materi tentang “Pandemi, Tari Bisa Apa?”.

Ketua ASETI Sulsel itu menjelaskan tari bisa menjadi vaksin dan obat. Kreativitas adalah obatnya.”Menari itu obat karena bukan hanya persoalan skill tapi persoalan kehidupan,” jelasnya.

Lanjut, Nurwahidah juga berpendapat bahwa menari bukan hanya melatih bentuk tubuh tapi bagaimana menghargai tubuh.

“Dengan menari kita dapat mengisi ruang tubuh baik pikiran maupun perasaan,” ujarnya.

Terakhir, Ia menambahkan dibalik pandemi ada hikmah besar yang didapatkan pekerja seni.

“Orang-orang jadi beradaptasi dengan teknologi dan juga ada kolaborasi daring antar seniman tari dan seniman lainnya,” katanya.(*)

*Reporter: Tito koes Herdianto