Ilustrasi bahan dan makanan Sepinggan. Foto: Int.

PROFESI-UNM.COM – Makanan Sepinggan adalah suatu jenis hidangan yang disajikan dalam satu pinggan dengan kandungan energi ≥ 300 kalori yang di dalamnya terdapat bahan utama serealia atau umbi-umbian yang dilengkapi dengan bahan- bahan hewani, kacang-kacangan dan sayur-sayuran.

Makanan sepinggan merupakan istilah yang diberikan untuk hidangan dimana seluruh lauk terdapat dalam “satu piring”. Dalam bahasa Inggris, istilah ini dikenal sebagai One Dish Meal. Walaupun makanan tersebut
disajikan dalam satu piring, kebutuhan akan karbohidrat, protein dan sayur akan terpenuhi dalam hidangan sepinggan ini.

Jenis-jenis makanan sepinggan: Siomay, ketoprak, gado-gado, batagor. Macam-macam soto, nasi goreng, bihun goreng, kwetiau goreng, mie goreng, pizza, burger, lasagna, bubur ayam, bakso, bubur kacang hijau dan laksa.

Ciri-ciri makanan sepinggan: mudah, ringkas, bermanfaat dan cepat saji. Untuk membuat makanan sepinggan diperlukan alat pengolahan dan alat
penyajian. Alat pengolahan dan penyajian makanan sepinggan meliputi, sebagai berikut:

  1. Alat yang digunakan untuk mengolah makanan sepinggan meliputi:
    Pisau, talenan, baki plastik, sendok sayur, panci, wajan, sodet, serok.
  2. Alat penyajian makanan sepinggan meliputi: mangkuk/pinggan, alas mangkuk, piring makan, sendok makan dan garpu makan.

Setiap hari rakyat Indonesia menyantap makanan pokok, walaupun jenis makanan pokok yang dimakan setiap daerah berbeda. Makanan pokok rakyat Indonesia sebagian besar adalah beras yang diolah menjadi nasi, beberapa daerah makanan pokoknya bukan beras melainkan singkong, sagu rumbia, sagu tapioka, jagung dan gaplek.

Sayur adalah masakan yang terbuat dari berbagai macam sayuran dan berkuah banyak. Sayur dikelompokan menjadi 3 jenis, yaitu: Sayur berbahan
cair air: Sayur bening bayam, sayur bening daun katuk, sayur menir dan sayur asem.

Sayur berbahan cair kaldu: Sup sayuran, sup oyong misoa, sup kacang merah.

Sayur berbahan cair santan: Sayur lodeh, sayur podomoro, sayur lodeh, sayur podomoro, gulai pakis, sayur nangka muda dan gulai daun singkong.

Sayuran dibagi menjadi dua sayuran yang melalui proses pengolahan dan sayuran yang dimakan mentah. Sayuran dibagi mejadi 4 jenis yaitu: Sayuran
yang dihidangkan dengan bumbu kelapa, bumbu kacang sambal.
Sayuran berbumbu kelapa: Gudangan, trancam, urapan dan srombotan.
Sayuran berbumbu kacang; pecel, gado-gado, lotek.

Lauk pauk Indonesia diolah dengan berbagai tehnik pengolahan baik pengolahan dengan panas basah maupun panas kering. Teknik pengolahan panas basah yaitu rebus, kukus, tim, semur, ungkep. Tehnik panas kering yaitu: tumis, goreng, bakar, panggang, sembam dan sangrai.

Berdasarkan bahannya, lauk pauk Indonesia dibagi menjadi 2, yaitu dari bahan hewani dan nabati. Dari bahan hewani seperti; telur ayam, telur bebek, telur puyuh, daging sapi, daging kambing, ayam, itik, endog, ikan air tawar dan sea food. Dari bahan nabati seperti tahu, tempe, oncom, kentang, jagung dan jamur.

Hasil pengolahan hewani atau nabati antara lain, adalah ikan bakar, kentang dan telur balado, telur pindang, gulai daging, gulai kepala ikan, dan sebagainya.

Tulisan ini dikutip dari Modul Paket Keahlian Jasa Boga SMK yang berjudul “Kelompok Kompetensi G Pengolahan, Penyajian Makanan Indonesia dan Kontinental” yang ditulis oleh Wiwi Rusmini, dkk. Oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Bisnis dan Pariwisata Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2016.(*)

*Reporter: Nur Azisa