Prosesi berlangsungya konfrensi pers yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Universitas Negeri Makassar, Senin (3/5)- (Foto: Mustika-Profesi).

PROFESI-UNM.COM – Aliansi Universitas Negeri Makassar menggelar Konferensi Pers untuk menyikapi tuntutan pada Hari Pendidikan Nasional serta tindakan refresifitas aparat terhadap massa aksi pada tanggal (2/5) kemarin.

Menyikapi sikap refresifitas pihak aparat kepolisian Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosisal, Fahmi Amiruddin, mengatakan, kejadian kemarin merupakan bukti aparat kepolisian tidak menjalankan tugas sebagaimana tertutang dalam Undang-Undang.

“Pihak kepolisian menciderai UU Pasal 30 Ayat 4 yang berisi bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum,” jelasnya

Lanjut, Fahmi Amiruddin, menegaskan, para aliansi mahasiswa tidak melakukan pengrusakan terhadap sarana ataupun prasarana kampus.

“Padahal dalam aksi kita kemarin itu turun bersama aliansi mahasiswa UNM tidak melakukan gerakan-gerakan yang merusak fasilitas ataupun hal lain,” lanjutnya.

Fahmi juga menyampaikan, aliansi mahasiswa tidak akan tinggal diam melihat sikap refresifitas pihak aparat kepolisian terhadap massa aksi aliansi mahasiswa UNM pada aksi Hardiknas kemarin.

“Kita tidak diam melihat sikap aparat. Hak kita untuk menyampaikan aspirasi sebagai mahasiswa ataupun sebagai masyarakat secara luas,” ungkapnya.

Konferensi pers dihadiri para Presiden BEM dan beberapa ketua himpunan dari fakultas olahraga. Mereka menyampaikan orasi politiknya terkait kejadian pada saat aksi Hardiknas. (*)

*Reporter: Mustika Fitri