Kabag Kemahasiswaan UNM, Haludin (memakai peci hitam) tampak saling tarik dengan pihak kepolisian yang hendak menangkap mahasiswa. Foto-Fikri Rahmat Utama

PROFESI-UNM.COM– Pihak kepolisian melakukan aksi penangkapan terhadap sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UNM. Hal itu dilakukan dikarenakan waktu yang ditetapkan telah melewati batas, Minggu (2/5).

Aksi tarik-menarik antara kepolisian dengan mahasiswa sempat menjadi tontonan masyarakat di depan Menara Pinisi UNM. Pasalnya, pembubaran paksa yang dilakukan oleh kepolisian mendapat penolakan keras dari mahasiswa.

Aksi yang berlangsung sedari pukul 16.00 ini diikuti oleh dari 6 fakultas, yakni FE, FMIPA, FBS, FIP, FIS, dan HMJ PKO serta HMJ PJKR dari FIK.

Aksi tersebut digelar untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan sejumlah tuntutan yang dinilai tidak senapas dengan nilai-nilai dan kebudayaan kita selama ini.

Adapun tuntutan mereka, yakni di antaranya, Cabut UUPT No.12 tahun 2012, Tolak Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MB-KM), pengusutan pelanggaran HAM dalam dunia pendidikan, Penolakan adanya sektor pendidikan dalam perjanjian GATS, wujudkan kesejahteraan untuk tenaga pendidikan, dan sejumlah tuntutan lainnya.

Menjelang Magrib, ketika mahasiswa hendak membacakan pernyataan sikap tiba-tiba saja Presiden BEM FMIPA, Ari Baba Felani langsung diseret polisi. Tak sampai di situ polisi juga mendorong massa agar masuk ke dalam kampus. Namun, beberapa massa aksi yang bertahan malah ikut ditangkap polisi.

Untungnya, penangkapan itu langsung dihalau Kepala Bagian (Kabag) Kemahasiswaan, Haluddin. Ia bahkan sempat memohon agar mahasiswa tidak ditangkap.

“Sudah bubar, jangan mi di tangkap,” pintanya.

Sejumlah srikandi yang ikut turun di jalan juga ikut membantu menyelamatkan mahasiswa yang menjadi tawanan polisi. “Janganki tangkap temanku pak,” teriaknya.

Tercatat sekitar tujuh orang mahasiswa yang ditangkap, tetapi setelah negosiasi yang panjang akhirnya para mahasiswa yang ditangkap pun dibebaskan. (*)

*Reporter: Fikri Rahmat Utama