Rektor UNM, Husain Syam. (Foto: Fadhil Aqilah-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) mengumumkan sejumlah kampus yang berhak menerima dana Hibah Inovasi Pembelajaran Digital (IPD) sejumlah 400 juta untuk membiayai para pemenang tersebut. (30/4)

Universitas Negeri Makassar (UNM) menjadi penerima hibah terbanyak di antara seluruh perguruan tinggi yang memperoleh bantuan dana.  Adapun keempat Prodi yang berhasil lolos, yakni Jurusan Kimia, Bimbingan dan Konseling, Sastra Inggris, dan Pendidikan Seni Rupa.

Rektor UNM, Husain Syam mengapresiasi kinerja Prodi dan tim akademik yang telah bekerja keras untuk meraih pendanaan tersebut melalui kompetisi dana hibah.

Menurut Rektor UNM dua periode itu, keberhasilan mencatatkan nama sebagai peraih jumlah terbanyak hibah IPD menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran digital di UNM memperoleh pengakuan secara nasional.

“Ini menunjukkan bahwa ekosistem pembelajaran digital di kampus UNM telah berjalan dengan baik. Tidak mudah menjadi peraih jumlah hibah terbanyak seperti ini,” tutur Rektor dua periode itu.

Kabar kesuksesan UNM memperoleh hasil terbaik dari Hibah IPD juga dibenarkan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UNM, Hasnawi Haris.

Menurut mantan Dekan FIS dua periode itu, keberhasilan UNM meloloskan empat Prodi merupakan bagian dari hibah-hibah MB-KM yang secara keseluruhan telah diusulkan 29 Prodi dan sedang berproses enam Prodi lagi untuk Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia.

“Saya berterima kasih kepada tim MBKM UNM yang telah mengorganisir dengan sangat baik program pendanaan dari Kemdikbud, terutama yang terkait implementasi MBKM dan pencapaian delapan Indikator Kinerja Utama (IKU) UNM,” pungkas Doktor dari Universitas Airlangga itu.

Dosen Ilmu Hukum itu menambahkan, lolosnya UNM dari evaluasi Kementerian menjadi bukti bahwa kualitas akademik dan pembelajaran UNM mampu bersaing secara nasional.

“Inovasi pembelajaran digital ini langkah solutif menjawab tantangan pendidikan masa depan dan situasi pandemi hari ini,” jelasnya. (*)

*Reporter: Fitria Indah Saraswati