Ilustrasi Konselor Bot. (Foto: Ist.)

PROFESI-UNM.COM – Tim Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Program Penguatan Karakter Anak dan Keluarga melalui Layanan Bimbingan dan Konseling (PUSPAKONS) Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PPB) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) sektor Gowa menciptakan Konselor Bot.

Konselor Bot sendiri merupakan bot di aplikasi telegram yang diciptakan untuk mendengarkan dan membantu klien (konseling) untuk keluar dari masalah yang dihadapi.

Aplikasi telegram dipilih karena memiliki tingkat privasi dan keamanan yang tinggi serta memiliki fitur yang menunjang e-counseling.

Koordinator Kabupaten, Muh. Nur Alamsyah menjelaskan bahwa Konselor Bot diciptakan untuk individu khususnya siswa sekolah yang membutuhkan wadah pengungkapan masalah dan mengupgrade skill serta kemampuannya.

“Berangkat dari hasil assesmen yang telah kami lakukan pada siswa atau peserta didik yang membutuhkan bukan hanya sekedar teman curhat tetapi juga teman yang dapat meng-upgrade skills dan kemampuannya”, jelasnya saat diwawancara Profesi, (30/4).

Lanjut, Mahasiswa 2018 itu mengungkapkan bahwa masyarakat saat ini kerap kali memberikan cacian jikalau mendapati seseorang bercerita tentang permasalahannya.

“Kami juga melihat bahwa banyak dari kalangan masyarakat yang bercerita tentang permasalahannya di media sosial yang kemudian tak sedikit kadang hanya mendapat makian sehingga kami berinisiatif untuk menciptakan Konselor Bot ini yang dapat membantu tanpa menghakimi,” ungkapnya.

Terakhir, pria yang akrab disapa Alam itu berharap dengan adanya Konselor Bot dapat memberikan kemudahan bagi individu khususnya peserta didik dalam mengungkapkan masalah baik dalam bidang pribadi sosial, belajar, dan karir.

“Semoga peserta didik dapat berkembang secara optimal sesuai dengan tugas-tugas perkembangan dan peserta didik luwes dalam melakukan sesi konseling baik dari segi ruang maupun waktu,” harapnya.

*Reporter: Annisa Puteri Iriani