Lambang Garuda - Foto.Int.

PROFESI-UNM.COM – Sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) tentang Standar Nasional Pendidikan yang memuat tentang Bahasa Indonesia dan Pancasila tidak lagi dimuat dalam kurikulum, berbagai elemen masyarakat pun menuai banyak tanggapan.

Mahasiswa juga ikut bicara akan hal ini, banyak yang menilai hal tersebut sangat miris. Mengapa tidak, karena Bahasa Indonesia dan Pancasila adalah citra dan identitas dari bangsa Indonesia.

Udin, salah satu mahasiswa pendidikan Bahasa Indonesia juga memberikan komentar bahwa Ia menilai perihal ini amatlah fatal. Bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu bangsa Indonesia. Sedangkan Pancasila adalah dasar negara yang menjadi pandangan hidup berbangsa dan bernegara.

“Bukan karena saya mahasiswa di prodi itu, hanya kalau bahasa Indonesia dan Pancasila dihapuskan, bagaimana nasib negara,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahasa Indonesia dan Pancasila adalah sebuah elemen penting di Indonesia. “Kalau bicara penting atau tidak, tentu penting, karena bahasa Indonesia kan bahasanya kita, dan Pancasila itu amandemen kita, tentu penting,” katanya.

Mengenai hal ini, Ia berharap pemerintah bersikap tegas, dan memikirkan dampaknya terlebih dahulu, utamanya bagi para generasi tunas bangsa.

“Kalau saya, mending dipikir dululah kalau mau ambil kebijakan dan harus tegas juga, jangan dilema,” harapnya.(*)

*Reporter: Kristiani Tandi Rani