Nadiem Makarim Kemendikbud - Foto.Int
Nadiem Makarim Kemendikbud - Foto.Int

PROFESI-UNM.COM – Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah mengalami perubahan sistem untuk periode tahun 2021. Hal ini diungkapkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Makarim pada 18 Maret lalu.

Ada beberapa kebijakan yang diubah oleh Kemendikbud mengenai anggaran KIP Kuliah yang ikut ditingkatkan pada periode ini. Semula, . 1,3 Triliun menjadi 2,5 Triliun.

Dilansir dari Tirto.id Kemendikbud mengatakan bahwa sebelumnya uang kuliah yang ditanggung oleh KIP Kuliah hanya mencapai standar Rp2,4 juta per semester.

“Ini merupakan kebijakan yang membuat saya secara pribadi menjadi kebanggaan bagi tim kami di Kemendikbud, yang terjadi sekarang ini semuanya dipatok Rp2,4 juta per semester untuk uang kuliah,” katanya.

Menurutnya pematokan biaya kuliah itu membuat mahasiswa yang berprestasi tinggi dan ingin melanjutkan kuliah ke universitas ternama tidak percaya diri karena biaya kuliah yang dipatok oleh universitas lebih dari patokan KIP Kuliah.

“Jadi selama ini, kita bikin KIP Kuliah untuk mobilitas sosial, untuk meningkatkan kemampuan anak-anak kita agar bisa bermimpi besar. Tapi kalau semuanya dipagu Rp2,4 juta per semester apa yang terjadi, anak yang kurang mampu tapi berprestasi menjadi tidak percaya diri. Keburu kalah duluan, jadi mereka memilih kampus yang biayanya masih masuk dalam KIP Kuliah itu,” jelasnya.

Untuk mendukung kebijakan itu, Nadiem juga mengatakan akan ada perbedaan klaster anggaran biaya hidup bagi penerima KIP-K nantinya.

“Lima klaster itu, yakni klaster satu Rp800.000 per semester, klaster dua sebesar Rp950.000 per semester, klaster tiga Rp1.100.000 per semester, klaster empat sebesar Rp1.250.000 per semester, dan klaster lima yakni Rp1.400.000 per semester,” tambah Nadiem. (*)

*Reporter: Kristiani Tandi Rani