Suasana belajar di SD Swasta Pabrik Gula Takalar. (Foto: ist)
Suasana belajar di SD Swasta Pabrik Gula Takalar. (Foto: ist)

PROFESI-UNM.COM – Salah satu peserta Kampus Mengajar, Muh. Fadli, membagikan pengalamannya mengabdi di salah satu Sekolah Dasar (SD) yang berada di daerah Takalar, Sulawesi Selatan.

Muh. Fadli, mahasiswa Jurusan Pendidikan Luar Sekolah ditempatkan di SD Swasta Pabrik Gula Takalar. Ia mengakui, instansi yang dihinggapi merupakan sekolah yang tertinggal dan sedikit tersentuh oleh para pendidik.

“Kurangnya tenaga pendidik yang ingin mengabdi disuatu wilayah tersebut serta kurangnya peserta didik sehingga itu alasannya pihak Sekolah tersebut mendapatkan akreditasi C,” akunya.

Meski ditempatkan pada daerah tersebut, Muh. Fadli tetap bersyukur dapat mengimplementasikan ilmu yang didapatkan selama kuliah kepada masyarakat.

“Dan syukur Alhamdulillah saya lulus program kampus merdeka belajar, suatu kebanggaan tersendiri bagi saya pribadi,” ucapnya.

Tak hanya itu, Ia menuturkan, ada hal berbeda dirasakan dengan sekolah lain. Sekolah yang Ia tempati berisi tenaga pendidik, peserta didik serta para pengelolah yang memiliki sifat antusiasme tinggi.

“Orang-orang disana memiliki sifat antusiasme yang tinggi untuk terus menerus menjadi sekolah yang esksis dan dikenal banyak orang,” tuturnya.

Kepala Sekolah SD Swasta Pabrik Gula Takalar, Zaenal, berharap, kehadiran mahasiswa kampus mengajar memberikan kontribusi terbaik, serta menciptakan terobosan guna melahirkan generasi muda kompeten serta dapat meningkatkan SD Swasta Pabrik Gula Takalar.

“Sekolah kami butuh sentuhan dari adek-adek mahasiswa. Dengan adanya program ini, merupakan kesempatan dan peluang bagi pihak sekolah kami untuk tetap eksis dikalangan umum tentunya,” harapnya. (*)

*Reporter: Annisa Asy Syam. A