Buku Metode Penelitian Administrasi, Jumat (16/4). (Foto: Irsan-Profesi).
Buku Metode Penelitian Administrasi, Jumat (16/4). (Foto: Irsan-Profesi).

PROFESI-UNM.COM – Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu, cara ilmiah, data, tujuan, dan kegunaan.

Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Rasional berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia.

Empiris berarti cara-cara yang dilakukan itu dapat diamati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan. (Bedakan cara yang tidak ilmiah, misalnya mencari uang yang hilang, atau provokator, atau tahanan yang melarikan diri melalui paranormal).

Sistematis artinya, proses yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis. Data yang diperoleh melalui penelitian itu adalah data empiris teramati yang mempunyai kriteria tertentu yaitu valid. Valid menunjukkan derajad ketepatan antara data yang sesugguhnya terjadi pada obyek dengan data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti.

Misalnya dalam kasus korupsi, jumlah yang dikorupsi sebenarnya 100 milyar, sementara peneliti melaporkan jauh di bawah atau di atas 100 milyar, maka derajad validitas hasil penelitian itu rendah. Atau misalnya dalam suatu pemerintahan, dimana dalam unit kerja tersebut iklim kerjanya sangat bagus, sementara peneliti melaporkan iklim kerjanya tidak bagus, maka data yang dilaporkan tersebut juga tidak valid.

Untuk mendapatkan data yang valid sulit dilakukan, oleh karena itu data yang telah terkumpul sebelum penelitian sering diketahui validitasnya, dapat dan obyektivitas.

Pada diuji melalui pengujian reliabililas umumnya kalau data itu reliabel dan obyektif, maka terdapa kecenderungan data tersebut akan valid. yang valid pasti reliabel dan obyektif. Reliabel berkenaan derajat konsistensi/keajegan data dalam interval waktu tertentu.

Data Misalnya pada hari pertama wawancara, sumber data mengatakan yang berdemonstras sebanyak 1000 Orang, maka besok atau lusa pun sumber data tersebut Kalau ditanya akan tetap mengatakan bahwa jumlah karyawan yang derdemonstrasi tetap sebanyak 1000 orang.

Obyektivitas berkenaan dengan interpersonal agreement (kesepakatan antar banyak orang). Bila banyak orang yang menyetujui bahwa karyawan yang berdemontrasi sebanyak 1000 orang, maka data tersebut adalah data yang obyektif (obyektif lawannya subyektif) Kalau ada beberapa kelompok peneliti memberikan data yang berbeda-beda pada satu obyek penelitian, maka data penelitian bahwa jumlah karyawan tersebut tidak obyektif, sehingga tidak valid.

Tulisan ini dikutip dari buku “Metode Penelitian Administrasi” Oleh Prof. Dr. Sugiyono Pada tahun 2017 (Cetakan ke 17) Yang diterbitkan oleh Alfabeta.(*)

*Reporter: Irsan Juliani