Ilustrasi Hormon Bahagia. (Foto: Int).

PROFESI-UNM.COM – Hormon adalah zat yang dibentuk oleh bagian tubuh tertentu dalam jumlah kecil dan dibawa ke jaringan tubuh lain serta memiliki pengaruh terhadap aktivitas sel-sel tubuh.

Hormon dihasilkan baik di otak (bagian hipotalamus dan hipofisis) maupun di luar otak (pankreas, kelenjar tiroid, adrenal, dan organ reproduksi).

Hormon berfungsi untuk membantu mengendalikan hampir semua fungsi tubuh, seperti pertumbuhan, metabolisme, hingga kerja berbagai sistem organ, termasuk organ reproduksi.

Dikutip dari Halodoc.com ada 4 hormon Bahagia.
Jenis-Jenis Hormon Bahagia

“Hormon bahagia” ini meliputi:

Dopamin, juga dikenal sebagai hormon “perasaan baik”, dopamin adalah hormon dan neurotransmitter yang merupakan bagian penting dari sistem penghargaan otak. Dopamin dikaitkan dengan sensasi yang menyenangkan, bersama dengan pembelajaran, memori, fungsi sistem motorik, dan banyak lagi.

Serotonin, hormon ini (dan neurotransmitter) membantu mengatur suasana hati serta tidur, nafsu makan, pencernaan, kemampuan belajar, dan memori.

Oksitosin, sering disebut “hormon cinta”, oksitosin sangat penting untuk persalinan, menyusui, dan ikatan orangtua-anak yang kuat. Hormon ini juga dapat membantu meningkatkan kepercayaan, empati, dan ikatan dalam hubungan, dan kadar oksitosin umumnya meningkat dengan kasih sayang fisik seperti ciuman, pelukan, dan¬†hubungan intim.

Endorfin, endorfin adalah pereda nyeri alami tubuh, yang diproduksi tubuh sebagai respons terhadap stres atau ketidaknyamanan yang terjadi. Kadar endorfin juga cenderung meningkat saat kamu melakukan aktivitas yang menimbulkan perasaan memuaskan seperti makan makanan lezat, berolahraga, atau berhubungan intim.(*)
*Reporter: Irsan Juliani