Pemaparan program Pertukaran Mahasiswa Merdeka oleh Dirjen Dikti. (Foto-Int)

PROFESI-UNM.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meluncurkan program baru lainnya sebagai wujud implementasi dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program ini dinamakan “Pertukaran Mahasiswa Merdeka” yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta mahasiswa keberagaman budaya tanah airnya, serta mendorong penguatan, dan perluasan kompetensi akademik.

Program ini merupakan program pertukaran mahasiswa yang dilakukan minimal antar pulau. Selama satu semester, mahasiswa akan mendapatkan konversi sebanyak 20 SKS dan program ini dapat diikuti oleh mahasiswa dari semester tiga hingga semester delapan.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) mengungkapkan bahwa pendaftaran program pertukaran mahasiswa merdeka ini dibuka mulai pekan depan dan pendaftaran tersebut hanya berlaku bagi perguruan tinggi dan dosen. Sementara untuk mahasiswa akan dibuka pendaftarannya pada Juli 2021.

“Pendaftaran perguruan tinggi dan dosen yang mau menyelenggarakan pertukaran mahasiswa merdeka kita buka pekan depan yaitu 19-28 April 2021 sementara untuk mahasiswa yang ingin berkontribusi, pendaftaran dibuka pada bulan Juli 2021.” ungkapnya.

Adapun syarat lainnya sebagai peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka :
a. Mahasiswa peserta program Pertukaran Mahasiswa Merdeka di seluruh Indonesia hanya memiliki satu kali kesempatan untuk mengikuti dan memperoleh bantuan biaya program Pertukaran Mahasiswa Merdeka.
b. Memiliki IPK sekurang-kurangnya 2.75 dan/atau berprestasi sekurang-kurangnya ditingkat provinsi yang ditunjukkan dengan bukti yang resmi.
c. Memiliki kemampuan dan peluang untuk mengembangkan penalaran, wawasan, serta berintegritas, kreatif dan inovatif.
d. Tidak pernah dikenakan sanksi akademik dan non akademik pada Perguruan Tinggi pengirim.
e. Bersedia mentaati seluruh ketentuan yang tertulis di dalam POB program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. (*)

*Reporter: Murni