Ilustrasi Otak. Foto-Int
Ilustrasi Otak. Foto-Int

PROFESI-UNM.COM – Secara umum psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempersoalkan upaya memahami ndividu sehingga dapat memperlakukannya dengan lebih tepat. Psikologi, sebagai suatu ilmu merupakan pengetahuan ilmiah, suatu science yang diperoleh dengan pendekatan ilmiah, kajian-kajan ilmiah yang dijalankan secara terencana, sistematis, terkontrol berdasarkan data empiris.

Psikologi mencakup aktivitas-aktivitas individual, termasuk aktivitas motorik, kognitif, dan emosional. Woodworth dan Marquis mendefinisikan psikologi (Walgito, 2002) sebagai ilmu mengenai aktivitas individual. Kata aktivitas digunakan secara luas, tidak hanya mencakup aktivitas motorik, tetapi juga mencakup aktivitas kognitif, dan emosional.

Psikologi itu merupakan the science of human behavior. Perilaku atau aktivitas-aktivitas manusia mencakup perilaku
yang menampak (over behavior) , maupun perilaku yang tidak menampak (inner behavior), atau kalau yang dikemukakan oleh Woodworth & Marquis ialah baik aktivitas motorik, aktivitas kognitif, maupun aktivitas emosional (Walgito, 2002).

Senada dengan ahli lainnya, Kalat (2003) dalam bukunya Introduction to Psychology, menyatakan bahwa psikologi berfokus pada studi tentang pikiran dan jiwa (mind and soul). Psikologi menurut istilah berasal dari kata psyche yang berarti jiwa, ikiran, dan logos yang berarti ilmu (study). Jadi, psikologi adalah ilmu yang mengkaji tentang gejala-gejala psikis manusia.

Selanjutnya Kalat (2003) menegaskan bahwa psikologi secara umum didefinisikan sebagai perilaku dan pengalaman manusia secara sistematis. Juga, Zimmer (2003) menyatakan bahwa psikologi didefinisikan sebagai studi ilmiah tentang proses mental dan perilaku manusia.

Selanjutnya psikologi perkembangan merupakan salah satu cabang psikologi yang membahas tentang perkembangan hidup manusia sejak dalam kandungan hingga usia lanjut. Psikologi perkembangan adalah ilmu yang. berfokus pada perubahan-perubahan dalam perilaku dan proses mental manusia, perubahan-perubahan yang terjadi dalam kondisi dasar, ajar, interaksi antara faktor dasar dan ajar, kematangan, dan pengalaman.

Psikologi perkembangan berprinsip optimis dalam membantu individu agar mampu berkembang secara wajar dan lancar sesuai dengan prinsip dan tugas-tugas perkembangan. Psikologi perkembangan berorientasi pada kenyataan bahwa “manusia merupakan makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Hal ini berarti bahwa manusia secara kodrati, menunjukkan perbedaan-perbedaan individual dalam aspek fisik, sosial, emosional, dan intelektual.

Aspek-aspek tersebut saling berinteraksi dalam membentuk perilaku manusia. Interaksi antara aspek-aspek tersebut diharapkan berada dalam porsi yang seimbang sehingga dalam diri manusia terdapat balancing yang sehat. Pertumbuhan dan perkembangan fisik manusia seolah-olah terjadi secara alami dan otomatis. Seorang bayi, misalnya, kalau sudah mencapai kemasakan akan bisa miring, tengkurap, merangkak, berjalan, dan berlari. Namun, perkembangan psikologis termasuk aspek sosial, emosional, dan intelektual memerlukan latihan, dan proses pembelajaran.

Tulisan ini dikutip dari buku dengan judul “Psikologi Perkembangan: Aplikasi Praktis dalam Pendidikan Anak Usia Dini” karya Prof. Dr. Syamsul Bachri Thalib yang merupakan dosen Universitas Negeri Makassar (UNM). Buku ini diterbitkan oleh Badan Penerbit UNM Makassar pada 2005.

*Reporter: Annisa Puteri Iriani