Buku Ekonomi Internasional Oleh Mahyus Ekananda, diterbitkan oleh Penerbit Erlangga. (Foto: Int)
Buku Ekonomi Internasional Oleh Mahyus Ekananda, diterbitkan oleh Penerbit Erlangga. (Foto: Int)

PROFESI-UNM.COM – Institusi pemerintah atau perusahaan banyak yang melakukan aktivitas penjualan barang keluar negeri dan ke dalam negeri. Dengan adanya aktivitas ekspor dan impor pemerintah memperoleh pendapatan berupa devisa semakin banyak aktivitas ekspor, berikut hal yang dapat mempengaruhi ekspor dan impor.

Ekspor adalah kegiatan menjual atau mengirim barang dagangan ke luar negeri sesuai dengan ketentuan pemerintah dengan pembayaran atau mata uang internasional.

Impor adalah kegiatan perdagangan dengan cara memasukkan barang-barang dari luar negeri sesuai dengan ketentuan pemerintah dengan pembayaran valuta asing.

Dari sisi permintaan, ekspor dipengaruhi oleh harga ekspor, nilai tukar, pendapatan, dunia dan kebijakan perdagangan luar negeri negara pengimpor dan devaluasi di negara eksportir.

Sedangkan dari sisi penawaran, ekspor dipengaruhi oleh harga ekspor, harga ekspor, harga domestik, nilai tukar, kualitas produk, teknologi, kapasitas produksi, bunga modal, upah tenaga kerja, kerja, harga input, modal, dan kebijakan deregulasi atau negara eksportir.

Sementara berdasarkan beberapa penelitian yang pernah dilakukan, fungsi penawaran ekspor yaitu jumlah barang yang jumlah barang yang diekspor dipengaruhi oleh harga ekspor dibagi dengan harga domestik lebih dikenal dengan sebutan harga relatif dan PDB domestik sebagai indeks kapasitas produksi suatu negara.

Adapun faktor faktor yang mempengaruhi ekspor dan impor meliputi:

  1. Selera konsumen untuk barang barang yang diproduksi di dalam dan di luar negeri.
  2. Harga barang-barang di dalam dan di luar negeri.
  3. Nilai tukar (kurs) yang menentukan jumlah mata uang domestik yang diperlukan untuk membeli sejumlah mata uang asing
  4. Pendapatan konsumen di dalam dan di luar negeri
  5. Biaya membawa barang dari suatu negara ke negara lain.
  6. Kebijakan pemerintah terhadap perdagangan internasional.

Tulisan ini dikutip dari buku yang berjudul “Ekonomi Internasional” oleh Mahyus Ekananda yang diterbitkan oleh Penerbit Erlangga. (*)

*Reporter: Sumaya Nursyahidah