Sosialisasi sistem Zero Waste Agriculture di PKM Desa Samangki Maros pada September 2020. (Foto: Ist)
Sosialisasi sistem Zero Waste Agriculture di PKM Desa Samangki Maros pada September 2020. (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Tim Dosen Pendidikan Teknologi Pertanian (PTP) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) yang dipimpin Andi Nur Rahmah bersama Andi Muhammad Akram Mukhlis dan Andi Alamsyah Rivai mengembangkan sistem pertanian berkelanjutan yakni Zero Waste Agriculture.

Nur Rahmah selaku perwakilan tim mengatakan Zero Waste Agriculture mengusung konsep pengelolahan sumberdaya untuk menghasilkan kebutuhan pokok manusia sekaligus mempertahankan dan meningkatkan kualitas lingkungan dan melestatikannya.

“Sistem ini lahir lantaran kita ingin mengedukasi masyarakat bahwa limbah pertanian dan ternak bisa diintegrasikan sehingga bermanfaat dari segi ekonomi dan lingkungan,” jelasnya.

Alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) ini juga menjelaskan prinsip yang dibangun sistem ini yakni limbah budidaya pertanian akan menjadi pakan ternak. Lalu kotoran ternak akan dijadikan bhan pembuatan pupuk organik.

“Jadi terintegrasi, sumberdaya yang ada jadi bermanfaat semua,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ia berharap sistem ini dijadikan solusi mengelola limbah pertanian karena ramah lingkungan dan bisa berkelanjutan. “Selain industri, sistem ini juga cocok diterapkan pada skala rumah tangga,” katanya.

Sistem ini pertama kali dikembangkan lewat Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang diikuti tim dosen PTP tersebut. PKM ini diselenggarakan di Desa Samangki, Kecematan Simbang, Kabupaten Maros, pada bulan September 2020.

*Reporter: Fikri Rahmat Utama