Suasana antrean para peserta UTBK-SBMPTN saat akan pengecekan suhu di Menara Pinisi UNM, Senin (12/4). Foto: Fahmi Wardani-Profesi

PROFESI-UNM.COMPandemi Corona Virus Disease (COVID-19) yang tak kunjung sirna menuntut kita untuk terus waspada di setiap aktifitas sehari-hari, dengan senantiasa mematuhi protokol kesehatan agar tetap terhindar dari wabah virus tersebut.

Tak ayal, pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) dikawal dengan ketatnya protokol yang harus dipatuhi oleh seluruh peserta ujian termasuk setiap pengawas yang terlibat.

Sebelum peserta memasuki ruang ujian, terlebih dahulu diwajibkan melakukan pemeriksaan suhu, memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun antiseptik atau menggunakan hand sanitizer, seperti halnya pada UTBK-SBMPTN yang berlangsung di sektor Gedung Menara Pinisi UNM, Jl. A.P. Pettarani.

“Sebelum mereka masuk, ya dicek suhu dulu kemudian cuci tangan atau pakai hand sanitizer dan pakai masker,” jelas Aminah selaku Seksi Kesehatan di pusat UTBK Menara Pinisi UNM, Senin (12/4).

Tak berbeda dengan di Pinisi, Fakultas Teknik (FT-UNM) juga menerapkan perilaku yang sama untuk mencegah dan meminimalisir penyebaran dari resiko terpapar Virus Corona. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mensterilkan ruangan ujian dengan menyemprotkan cairan disinfektan.

“Sebelum itu kita semprot dulu ruangan pakai itu disinfektan,” tutur salah satu pengawas UTBK di lingkup Fakultas Teknik (FT-UNM).

Kemudian Ia mengatakan bahwa pengawas UTBK-SBMPTN turut menyambut para peserta dan bertanggung jawab dalam melakukan pengawasan maupun memberikan arahan untuk menjaga ketertiban para peserta.

“Pengawas itu mengawasi saja dan menyambut para peserta, kelengkapannya juga diperhatikan kemudian diberikan arahan,” ujarnya kembali.(*)

*Reporter: Nur Azisa