Salah seorang mahasiswa yang ingin memasuki kampus saat pelaksanaan UTBK-SBMPTN, Senin (12/4). Foto: Azisa-Profesi

PROFESI-UNM.COM – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) di Universitas Negeri Makassar (UNM) dikawal dengan sangat ketat untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaannya.

Hal tersebut berdasar pada surat edaran yang telah dikeluarkan oleh Rektor UNM, Husain Syam Nomor 1390/UN36 TU/2021 tentang pelaksanaan UTBK di lingkup UNM.

Dari surat edaran yang dikeluarkan sejak 9 April tersebut ternyata masih banyak mahasiswa yang belum mengetahui adanya edaran bahwa mahasiswa diminta untuk tidak masuk kampus.

Salah seorang alumni, Ferdi (disamarkan) yang datang ke kampus dengan alasan ingin melegalisir ijazah di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNM dihalau oleh satpam yang bertugas dalam mengamankan jalannya UTBK. “Saya tidak tau kalau ada surat edaran,” tutur Ferdi saat ditanya terkait surat edaran, Senin (12/4).

Sama halnya dengan yang dialami Ferdi, dua orang mahasiswi jurusan statistika juga ditahan pihak keamanan karena hendak masuk kedalam kampus. Ia mengaku tidak tahu-menahu terkait surat edaran mahasiswa tidak boleh masuk kampus. “Oh dilarang ya, jadi sampai kapan ini dek?,” tanya kedua mahasiswi tersebut.

Selama pelaksanaan UTBK-SBMPTN berlangsung, tidak ada pelayanan apapun dari pihak FMIPA UNM hingga tanggal 18 April. “Untuk sementara memang tidak ada memang pelayanan selama UTBK di sini,” ujar salah seorang satpam.(*)

*Reporter: Nur Azisa