Buku "Sejarah Psikologi Dari Klasik Hingga Modern" oleh Dr. Agus Abdul Rahman, M.Psi., Psikolog. Penerbit : PT RajaGrafindo Persada. (Foto: Annisa Asy Syan. A-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Kata psikologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata psyche dan logos. Psyche berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Jadi, secara bahasa psikologi bisa diartikan sebagai ilmu tentang jiwa atau ilmu yang mempelajari jiwa.

Apa itu jiwa? dalam sejarah ilmu psikologi istilah jiwa mendapatkan pendefinisian yang beragam. Istilah jiwa adakalanya dipakai untuk menunjuk pada sesuatu yang dapat menggerakkan baik pada makhluk hidup ataupun benda mati. Adakalanya dipakai untuk menunjuk pada sesuatu selain raga pada diri manusia dan adakalanya dimaknai sebagai produk dari pergerakan atom proses kognitif ataupun interaksi antara stimulus-respons.

Dalam perkembangannya psikologi kemudian memang tidak lagi mempelajari jiwa dalam pengertian utuh dewasa ini psikologi modern mereduksi bahasa psikologi menjadi hanya membahas perilaku semata (Glassman & Hadad, 2009), atau membahas perilaku dan proses mental manusia (Rathus, 2008; Wafe & Traves,2007). menurut Glassman dan Hadad (2009), psikologi umumnya didefinisikan sebagai “the scientivic study of behavior” (hal 3), dan menurut Rathus (2008) psikologi didefinisikan sebagai “the scientific study of behavior and mental process” (hal 2) kedua definisi tersebut tampak berbeda, tapi sebetulnya menunjuk pada maksud yang sama. Dalam pengertian umum perilaku berarti apa yang dilakukan seseorang baik yang berupa perbuatan atau perkataan, sedangkan yang dimaksud dengan proses mental meliputi pengalaman internal yang dialami seseorang yang berupa aktivitas berpikir, merasa, mempersepsi, dan lain-lain. perilaku dalam pengertian Glassman dan Hadad (2009) pun sebenarnya meliputi keduanya yaitu perilaku overt dan pengalaman sadar yang antara lain terdiri dari pikiran dan perasaan.

Pendefinisian psikologi yang reduktif tersebut, bukanlah sesuatu yang mengherankan, terutama jika memahami konteks yang melatar belakangi kemunculan definisi tersebut. kemunculan suatu konsep, termasuk konsep psikologi, tidak dalam suasana vakum, dan selalu dalam pengaruh konteks yang melatarbelakanginya. pengaruh positivism dan logical positivism yang menganggap penting peran pertimbangan empiris dan rasional dalam membangun suatu pengetahuan; behaviorism yang fokus pada aspek manusia yang dapat diukur dan objektif yaitu perilaku; dan juga psikologi kognitif yang menganggap penting peran proses kognitif dalam menjelaskan suatu perilaku berpengaruh besar terhadap perumusan definisi psikologi seperti yang sudah disampaikan.

Apakah definisi psikologi ke depan akan mengalami perubahan? sejarahlah yang akan menentukan bagaimana psikologi ke depan akan didefinisikan karena sejarah itu bersifat dinamis dan perkembangan pemikiran psikologi ke depan yang memang memiliki peluang perubahan yang sangat besar maka definisi psikologi ke depan pun akan sangat mungkin mengalami perubahan.

Tulisan ini dikutip dari buku dengan judul “Sejarah Psikologi Dari Klasik Hingga Modern” Oleh Dr. Agus Abdul Rahman, M.Psi., Psikolog. Penerbit : PT RajaGrafindo Persada. (*)

*Reporter: Fahmi Usta Wardani Bahtiar