Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN), Bambang Permasi Soemantri Brodjonegoro di Wisuda UNM periode April 2021. (Foto-Fadil Profesi)
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN), Bambang Permasi Soemantri Brodjonegoro di Wisuda UNM periode April 2021. (Foto-Fadil Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro memberikan orasi ilmiah dalam acara Wisuda periode April 2021 Univeritas Negeri Makassar (UNM), di Balroom Teater Menara Pinisi UNM, Sabtu (10/4)

Kehadiran Menristek/BRIN dalam Wisuda UNM sesi ketiga disambut hangat oleh civitas UNM tanpa terkecuali para wisudawan Fakultas Ekonomi 51 orang, Fakultas Teknik 103 orang, dan Fakultas Ilmu Pendidikan 102 orang yang mendapat giliran pada sesi ketiga tersebut.

Dihadapan para wisudawan, Menristek/BRIN Bambang Brodjonegoro menyampaikan bahwa momentum 100 tahun Republik Indonesia yang akan jatuh pada tahun 2045 adalah momentum menggapai cita-cita indonesia emas.

Ia memberikan contoh Korea Selatan dan beberapa negara maju lainnya sebagai salah satu dari banyak negara yang berhasil keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah atau middle income trap dengan melakukan inovasi.

“Melihat pengalaman beberapa negara yang dapat lolos dari kondisi tersebut, seperti Korea Selatan, pengembangan budaya inovasi untuk menjadi kunci untuk dapat menjadi negara maju,” ujar Menristek/BRIN, Bambang Brodjonegoro

Lebih lanjut, menteri kabinet indonesia maju ini juga menjelaskan kunci dari keberhasilan menuju indonesia emas adalah perubahan pola pikir, dari ekonomi berbasis sumberdaya alam, menjadi ekonomi yang berbasis inovasi.

“Kunci dari keberhasilan kalau kita pelajari negara maju yang ada adalah pada inovasi, ekonomi berbasis inovasi, dengan kata lain kita harus mengubah pola pikir kita dari ekonomi yang berbasis sumberdaya alam menjadi ekonomi yang berbasis inovasi” jelasnya.

Disis lain, Rektor UNM, Husain Syam, Menganggap wisuda periode ini sebagai penghormatan kepada para wisudawan dengan menghadirkan secara langsung di acara wisuda, dengan penerapan protokol kesehatan yang berlaku.

“Ini merupakan hal yang istimewa karena wisuda kali ini, di hadiri Menristek, dapat memberi arahan dan motivasi kepada kita semua terkhusus kepada para sarjana yang baru kita kukuhkan hari ini,” ungkapnya. (*)

*Reporter: Fadhil Aqilah