PROFESI-UNM.COM – Mengaku dicurangi, Cakadus Alerang Protes Hasil Seleksi.
Ismail M, satu dari dua calon Kepala Dusun Alerang melayangkan protes keras terkait hasil seleksi yang dilakukan panitia. Ismail mengaku hasil seleksi Cakadus Alerang tidak netral dan diduga sarat dengan konspirasi.

“Ada kecurangan. Kami tidak akan menerima hasil seleksi calon kepala dusun ini,” Kata Ismail M, cakadus yang merasa dirugikan, Kamis (8/4/2021).

Diketahui, seleksi calon Kepala Dusun Alerang yang berlangsung di kantor desa Bontolangkasa Selatan diikuti dua orang kandidat, yakni Ismail M dan Anjas,

Sebelum proses seleksi cakadus berlangsung, calon kepala dusun diwajibkan mengantongi KTP sebanyak banyaknya.

Allhasil, Ismail dapat mengumpulkan KTP dan tanda tangan warga sebanyak 288 KTP sedangkan Anjas 208.

“Saya sangat yakin akan adanya tekanan dari kepala desa untuk memenangkan salah satu calon, ini ditandai beberapa kejanggalan-kejanggalan dari hasil proses tersebut diantaranya:

  1. Tidak ada transparansi penilaian yang jelas dari panitia.
  2. Dua dari empat tes yang diberikan sifatnya sangat tertutup, wawancara dengan komputer menjadi alasan panitia menjatuhkan saya.
  3. Panitia tidak mampu menjelaskan letak masalah ketika wawancara.
  4. Standar penilaian komputer tidak jelas.
  5. Calon yang dimenangkan kalah dalam tes tertulis dengan tes pidato, tes tertulis tidak bisa dimainkan oleh panitia karena sudah ada kunci jawaban dari dinas perbedayaan masyarakat desa (PMD), tes pidato juga tidak bisa dipermainkan karna disaksikan oleh banyak masyarakat. (Ujar Ismail) Dengan kejanggalan-kejanggalan yang ada masyarakat Dusun Alerang tidak menerima hasil dari panitia, maka dari itu masyrakat menuntut di adakan nya TES ULANG tanpa melibatkan Aparat Desa Bontolangkasa Selatan, Panitia harus netral yang tidak bisa di intervensi oleh Kepala Desa. Sayangnya, Kades Bontolangkasa Selatan, Firman saat dikonfirmasi enggan memberi keterangan mendeteil sekaitan adanya dugaan kecurangan yang mewarnai proses rekrutmen cakadus Alerang.

Sehingga Ismail M melayangkan surat pernyataan sikap dari Masyarakat Dusun Alerang. Surat pernyataan tersebut berisi tentang:

Kami masyrakat Dusun Alerang Desa Bontolangkasa Selatan Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa, dengan ini menyatakan keberatan dengan hasil yang telah diumumkan oleh panitia penjaringan penerimaan Kepala Dusun Alerang.

Kami sangat yakin akan adanya tekanan dari Kepala Desa untuk memenangkan salah satu calon, ini ditandai beberapa kejanggalan-kejanggalan dari hasil proses tersebut diantaranya :Tidak ada transpransi penilaian yang jelas dari panitia.

Dua dari empat tes yang diberikan sifatnya sangat tertutup, wawancara dengan komputer menjadi alasan panitia menjatuhkan suatu calon.

Sayangnya lagi didalam rekrutmen calon kepala kewilayahan didusun alerang itu ada konspirasi antara kepala desa ( Firman S,Pd ) dan ketua panitia ( Muh. Naim Suro S.Sos sekaligus sekretaris desa ) Dimana permainan khusus ini merugikan salah satu calon. (*)

*Reporter: Muhammad Khadafi