Rektor UNM, Husain Syam membuka kuliah umum Quo Vadis RUU KUHP, Kamis (8/4). Foto: Fahmi-Profesi

PROFESI-UNM.COM– Kuliah Umum Quo Vadis RUU KUHP (Rancangan Undang-undang Hukum Pidana) dibuka oleh Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Husain Syam. Kuliah Umum ini digelar di Ballroom Theater Menara Pinisi UNM, Kamis (8/4).

Kuliah Umum yang menghadirkan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Wamenkumham RI), Edward Omar Sharif Hiariej. Akademisi Fakultas Hukum Universitas Gadja Mada (UGM) sekaligus pakar Hukum Tata Negara, Zainal Arifin Mochtar. Turut hadir pula para Wakil Rektor dan Dekan lingkup UNM, para stakeholder dan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Rektor UNM, Husain Syam, menjelaskan bahwa kuliah umum UNM yang menghadirkan berbagi tokoh, pakar, birokrasi dan menteri merupakan bagian dari program agar wawasan yang dimiliki alumni UNM nantinya mendekati paripurna.

“Oleh karena itu, UNM selalu siap menghadirkan para tokoh. Karena kampus ini merupakan kampus enterpreneur yang menjawab dan memberi kontribusi bagi akselerasi pembangunan di negeri ini,” jelas Eks Dekan Fakultas Teknik (FT) tersebut.

Lanjut, Husain Syam membeberkan bahwa rasio agar Indonesia dinobatkan sebagai negara maju harus memiliki 4 persen rasio enterpreneur dari total penduduk.

“Indonesia hari ini baru 3,5 persen. UNM ingin menyumbang dan menjadi bagian dari akselerasi pembangunan presiden kita,” bebernya.

*Reporter: Annisa Puteri Iriani