Screenshot percakapan WhatsApp saat pelaku meminta pulsa. (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Beberapa waktu lalu, isu peretasan aplikasi pengiriman pesan WhatsApp (WA) menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan Mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar (UNM).

Kali ini, giliran WA milik Henni, Dosen Administrasi Bisnis diambil alih seseorang lalu digunakan untuk mengirimkan pesan ke grup WA meminta sejumlah pulsa. Dikabarkan, beberapa mahasiswa dan rekan kerja menjadi korban dengan total kerugian mencapai 2 juta rupiah.

Salah satu korban, Wira angkatan 2016 menyesalkan kejadian tersebut. Dirinya mengaku telah memenuhi permintaan pengisian pulsa sebanyak 500 ribu rupiah.

“Awalnya 200 ribu kemudian 300 ribu terus minta tambah lagi 500 ribu tapi untungnya ada juniorku telpon ka kalau di hack WA-nya,” ucapnya.

Wira berharap kerugian yang dialaminya segera mendapatkan penggantian. “Mahasiswa kena tipu diatasnamakan dosen UNM, agar kiranya bisa dapat bantuan atau pengembalian dana,” harapnya.

Tak hanya itu, salah satu mahasiswa angkatan 2019 juga mengalami kerugian atas kejadian tersebut. Sebanyak 200 ribu rupiah. Ia menilai kejadian tersebut sangat merugikan sumber kehidupan mahasiswa.

“Sedih sih kak, kalau orang yang memang kerja untuk jual pulsa tapi ditipu begitu kasian,” tuturnya.

Pelaku penyadapan telah diketahui identitas dan lokasinya, hingga saat ini pihak kepolisian telah memproses kasus tersebut. Hal tersebut diungkapkan Henny saat dihubungi pada Jumat (2/4) lalu.

*Reporter: Agatoni Buttang