Aksi tunggal oleh HMJ FIK UNM di depan Menara Pinisi, Jl. A.P. Pettarani, Senin (5/4). (Foto: Azisa-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga (HMJ PKO) Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar (FIK UNM) menggelar aksi tunggal di depan Gedung Menara Phinisi, Jalan A.P. Pettarani, Senin (5/4).

Aksi tersebut didasari karena pimpinan fakultas dinilai bersikap otoriter terhadap mahasiswa seperti sarana dan prasarana yang tak kunjung memadai dari tahun ke tahun.

Sebelumnya, beberapa kali aksi telah dilakukan dan isu tersebut menjadi permasalahan yang itu-itu saja. Tidak ada perbaikan dan tidak terealisasikan hingga saat ini.

“Sebenarnya perbaikan bisa dilakukan pada saat mahasiswa kuliah daring. Sehingga saat tatap muka sudah rampung untuk digunakan”, pungkas Akbar salah satu massa aksi yang tergabung dalam HMJ PKO FIP UNM.

Akbar menilai, dengan adanya intervensi kepada mahasiswa merupakan kepentingan tersendiri bagi pihak birokrasi dan persoalan surat edaran mahasiswa tetap membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama masa Pandemi padahal fasilitas tidak digunakan.

“Mahasiswa merasakan sendiri tidak ada ilmu yang bisa didapat dengan kuliah daring karena kebanyakan praktik”, tandasnya.

Aksi tersebut diwarnai beberapa isu yang menjadi tuntutan mahasiswa FIK-UNM, meliputi:

  1. Benahi sarana dan prasarana di FIK-UNM
  2. Transparansi anggaran selama Pandemi COVID-19
  3. Stop pungli di FIK-UNM
  4. Transparansi dana Lembaga Kemahasiswaan (LK) dan dana kemahasiswaan
  5. Wujudkan demokrasi kampus
  6. Libatkan mahasiswa dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKAKL)
  7. Stop Intervensi LK
  8. Cabut surat edaran Dekan FIK-UNM.(*)

*Reporter: Nur Azisa