Aksi tunggal mahasiswa Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) di depan Pelataran Menara Pinisi Universitas Negeri Makassar (Foto: Mustika-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar aksi tunggal dengan membawa beberapa isu turunan. Aksi berlangsung di depan Pelataran Menara Pinisi UNM, Jalan A.P Pettarani Kota Makassar, Senin (5/4).

Aksi ini dilakukan karena banyaknya masalah di FIK UNM tidak terselesaikan, sehingga menimbulkan ketidakpercayaan mahasiswa terhadap pimpinan. Hal ini diungkapkan Jendral Lapangan, Akbar, Ia mengatakan, telah beberapa kali melakukan aksi tuntutan persoalan sarana dan prasarana di FIK UNM namun tidak ada tanggapan sama sekali.

“Ada banyak tuntutan dan isu ini selalu kita angkat dari tahun ke tahun, namun sampai saat ini belum ada perbaikan untuk sarana dan prasarana itu sendiri,” ungkapnya.

Mahasiswa Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga tersebut juga mengungkapkan, kegiatan Pungutan liar (pungli) di FIK UNM banyak terjadi. Khususnya pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang melakukan proses penyusunan skripsi, seminar maupun proposal.

“Alasannya birokrasi itu pembayaran hanya bentuk terima kasih. Tapi kenapa ditetapkan, informasi terakhir itu 300 ribu seminar, seminar hasil itu 500 ribu dan ujian tutup itu 1 juta,” ungkapnya.

Dari banyaknya tuntutan dan masalah yang belum terpenuhi, Akbar menganggap Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Keolahragaan gagal dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin bidang kemahasiswaan.

“Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya lembaga kemahasiswaan yang berjalan sebagaimana mestinya, kegiatan ekstrakurikuler mahasiwa intelektual BEM selama WD 3 menjabat tidak ada kegiatan ekstrakurikuler yang berjalan, kegiatan-kegiatan kemahasiswaan selalu dihalang-halangi,” ucapanya.

*Reporter: Mustika Fitri