Rektor UNM, Husain Syam saat dimintai keterangan. (Foto: ist)

PROFESI-UNM.COM – Serangan bom bunuh diri mengguncang Gereja Katedral Hati Yesus Maha Kudus Kota Makassar. Dua orang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri tewas dalam serangan kemarin pagi. Ledakan ini juga mengakibatkan 19 orang mengalami luka-luka, lima diantaranya merupakan petugas keamanan.

Respon cepat berdatangan dari bebagai pihak pasca insiden ini. Salah satunya datang dari Rektor Universitas Negeri Makassar Husain Syam yang turut berduka cita dan mengutuk keras aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral kemarin pagi.

Menurut Husain Syam, aksi bom bunuh diri yang dilakukan adalah tindakan tidak manusiawi, apalagi membuat orang tidak berdosa sampai terkena dampak.

“Saya meminta pihak terkait, utamanya Kapolda Sulsel, dan Kapolri, segera mengungkap aktor intelektual yang berada di balik bom bunuh diri tersebut. Aksi itu tidak berperikamanusiaan. Karena itu, siapapun dibalik bom bunuh diri tersebut, harus dihukum maksimal,” tegasnya.

Lebih lanjut, Husain Syam menyebut aksi bom bunuh diri sebagai bagian dari tindakan terorisme yang ingin membuat kegaduhan dan perpecahan ditengah masyarakat.

“Padahal, dalam pandangan agama manapun, tidak dibenarkan melakukan aksi bom bunuh diri, apalagi membunuh,” jelasnya.

Husain Syam berharap masyarakat tidak takut dalam kejadian ini. Husain Syam mengajak masyarakat untuk bersama memerangi terorisme hingga ke akarnya.

*Reporter: Fadhil Aqilah