Ilustrasi Pembacaan Puisi. (Foto: Int)

PROFESI-UNM.COM – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sastra Indonesia (Sasindo) Fakultas Bahasa Dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar lomba cipta puisi dalam rangka memperingati hari puisi sedunia. Lomba ini diberi nama “Pena”.

Ketua Umum HMPS Sasindo UNM, Zulhijjah, menjelaskan kegiatan ini merupakan kemauan teman-teman Sasindo untuk memperingati hari puisi sedunia. Dalam kegiatan ini diharapkan mahasiswa dapat meluangkan waktu-nya untuk berekspresi melalui pena yang dituangkan dalam bentuk sajak indah.

“Kegiatan lomba cipta puisi ini bertujuan untuk menciptakan semangat menulis karya puisi bagi masyarakat dan terkhusus mahasiswa. Kegiatan ini sebagai bentuk respon terhadap perayaan hari puisi sedunia kemarin, kami sebagai lembaga aspirasi berinisiatif untuk melaksanakan kegiatan,” jelasnya.

Mahasiswi angkatan 2018 ini, juga menuturkan, Pena sebagai bentuk doa penenang untuk mengekspresikan perasaan melalui tulisan sederhana yang membawa keabadian. Hal itu yang menjadi dasar dari nama lomba ini.

“Pena untuk penenang sebagai doa, pena yang diartikan lebih luas sebagai tulisan bisa kita jadikan sebagai pelarian dikala sedih, teman ketika tertawa dan masih banyak lagi. Intinya, mampu menampung cerita dan kisah apapun yang ingin kita abadikan. Sebagaimana doa yang seringkali dilontarkan HMPS Sansindo, yaitu tetaplah menjadi biru sederhana yang menjadikan pena sebagai alat paling ampuh menuju keabadian,” tuturnya.

Terakhir, Ia budaya literasi dapat memberikan suatu karya puisi yang dapat disenangi dan diterima dikalangan masyarakat. “Semoga semangat literasi bisa tumbuh dan membudaya dalam diri setiap manusia, mahasiswa dan terkhusus bagi kami HMPS Sansindo dan Puisi semakin dicintai dan terima oleh masyarakat,” harapnya.

Timeline lomba:
Pengumpulan karya: (21-26/3)
Pengumuman: (27/3)

Adapun penghargaan yang akan didapatkan:
Juara 1: Buku, baju dan sertifikat.
Juara 2: Buku, notebook, dan sertifikat.
Juara 3: Buku dan sertifikat. (*)

*Reporter: Nuraisna Ramadani/Editor: Murni