Penyerahan plakat oleh Rektor UNM kepada Rektor IPB. Foto: Ist
Penyerahan plakat oleh Rektor UNM kepada Rektor IPB. Foto: Ist

PROFESI-UNM.COM – Universitas Negeri Makassar (UNM) hadirkan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai pembicara utama dalam kuliah umum bertemakan ‘Inovasi Teknologi dan Kewirausahaan’ di Ballroom Teater Menara Pinisi UNM, Jumat (19/3).

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring dan luring ini juga dihadiri beberapa pimpinan perguruan tinggi diantaranya, dan Rektor Universitas Negeri Sulawesi Barat, Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Sutarto Hadi, Rektor Universitas Borneo, Adri Patton, dan Wakil Rektor III Universitas Negeri Yogyakarta, Anik Ghufron.

Pada kuliah umum tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara UNM dengan IPB serta UNM dengan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar).

Dalam sambutannya, Husain Syam mengatakan bahwa kuliah umum dan kerjasama antar universitas merupakan upaya UNM dalam membangun sinergi.

“Cara kita untuk mengantar lembaga kita menuju world class university, saling bersinergi untuk memajukan universitas kita bersama,” katanya.

Lebih lanjut, eks dekan Fakultas Teknik (FT) ini juga menjelaskan, pengembangan akademik dalam kampus dapat ditopang dengan banyak membuat kegiatan yang menghadirkan narasumber berkualitas.

“Ini bagian dari proses akreditasi, semakin banyak kita hadirkan narasumber yang berkualitas berdampak pada pengembangan iklim akademik di satu kampus,” jelasnya.

Disisi lain, Rektor IPB, Arif Satria memaparkan dalam kuliah umumnya bahwa perubahan zaman yang begitu cepat dan tak bisa di tebak merupakan tantangan yang di alami umat manusia saat ini.

“Kita berada dizaman yang begitu cepat, sehingga diperlukan kecepatan kita untuk merespon perubahan. Kondisi ketidak pastian membuat kita harus fleksibel dan bisa berkolaborasi,” jelasnya.

Ketua Forum Rektor Indonesia juga menyampaikan, kampus harus mempersiapkan sekenario dalam mendorong kolaborasi dan mengembangkan proses akademik yang transdisipliner.

“Kita harus mempersiapkan sejumlah skenario, mendorong kemampuan kolaborasi, mengembangkan iklim akademik transdisipliner dan kolaborasi karena kompleksitas perubahan yang kita hadapi,” tambahnya. (*)

*Reporter: Fadhil Aqilah