Penutupan Serasi LK BEM FMIPA. Foto: ist

PROFESI-UNM.COM – Hari ini, penutupan Sekolah Riset dan Advokasi (Serasi), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM), Rabu (17/3). Penutupan juga dirangkaikan dengan pemaparan hasil riset Serasi.

Kegiatan Serasi berlangsung di Gazebo Lembaga Kemahasiswaan (LK) FMIPA UNM dan resmi ditutup Ketua Maperwa, Aswar. Dalam pemaparan hasil riset, disebutkan ada tiga riset yang dapat diselesaikan selama dua pekan kegiatan.

Riset yang selesai yakni larangan aktivitas kegiatan malam, kondisi ideal dana LK, dan pergerakan mahasiswa FMIPA.

Ketua Panitia, Faradillah Ruldy, memaparkan hasil riset larangan kegiatan malam di fakultas, Ia menjelaskan, banyak yang mengalami kendala atas kebijakan ini, sehingga diperlukan adanya peninjauan ulang.

“Salah satu risetnya adalah larangan kegiatan malam. Harusnya ditinjau ulang, karena seluruh responden mengatakan, kerja-kerja organisasi terkendala. Soal perizinan dipersulit dan terkesan ribet, siangnya dimanfaatkan untuk akademik perkuliahan,” jelasnya.

Lanjut, Faradillah juga mengungkapkan hasil riset yang didapatkan oleh para peserta telah sesuai. Riset ini menerapkan meteri dari kegiatan Serasi.

“Kalau menurut saya sendiri sudah lebih dari cukup untuk pengimplementasian materi yang didapatkan dari Serasi, karena inikan kegiatannya sekolah, jadi tidak harus langsung hatam terkait riset,” ungkapnya.

Mahasiswa angkatan 2017 ini berharap peserta dapat melanjutkan riset mengenai isu-isu yang ada nantinya, serta dapat membagikan ilmu kepada teman-teman yang lain.

“Harapan besarnya kami dari kepanitiaan seperti yang dipaparkan presiden mahasiswa saat penutupan hari ini, semoga riset yang dilakukan peserta tidak stuk sampai saat penutupan saja, tetap terus melanjutkan riset terkait isu-isu yg didapatkan,” harapnya. (*)

*Reporter: Mustika Fitri/Editor: Fitria Indah Saraswati