Paris, Sekjen Dikti dalam pembukaan Kampus Mengajar Angkatan 1 Live streaming youtube. Foto: Fitria-Profesi

PROFESI-UNM.COM Sekretaris Direktorat Jenderal (Sekjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Paristiyanti Nurwardhani, telah resmi membuka acara Pembekalan Kampus Mengajar Angkatan 1 tahun 2021 pada pukul 08.00 WIB sampai selesai secara daring melalui aplikasi zoom dan youtube. Senin, (15/3).

Acara pembukaan pembekalan ini diikuti kurang lebih 3000 mahasiswa via zoom dan selebihnya live streaming di youtube.

Paris mengungkap ada 36 ribu mahasiswa yang mendaftarkan diri pada program Kampus Mengajar angkatan satu. Namun dari jumlah tersebut hanya 14.880 yang berhasil lolos.

“Saya mengucapkan selamat kepada adik-adik yang telah terpilih dari 36 ribu mahasiswa dengan nilai ipk 3,00 keatas mendaftar ke kampus mengajar. Dan selamat kepada adik-adik 14.880 yang telah lolos menjadi duta kampus merdeka,” ucapnya.

Mereka yang lolos adalah yang memiliki nilai dengan IPK minimum 3 dan lulus semua tahapan seleksi. Kini mereka harus mengikuti pembekalan yang digelar sepanjang 15-20 Maret, sebelum bisa terjun mengajar ke sekolah.

Kegiatan Kampus Mengajar sendiri akan berlangsung 22 Maret-25 Juni 2021. Dengan mengajar selama 6 jam per hari di Sekolah Dasar (SD) berakreditasi C di daerah 3T, mahasiswa akan mendapat nilai setara 12 SKS, uang kuliah maksimal Rp2,4 juta dan biaya hidup sebesar Rp700 ribu per bulan.

Sekjen Dikti juga menharapkan sesuai dengan undang-undang nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi; tujuan pendidikan tinggi, manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, terampil, kompeten, dan menjadi warga Negara yang demokratis, bertanggung jawab (mahasiswa cinta Indonesia dan pancasila) dan berbudaya untuk bangsa.

“Jadi, dalam kegiatan kampus mengajar ini, kami mengharapkan nanti setelah lulus dari kampus adik-adik dapat memiliki karakter beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, mandiri, bernalar kristis, berbhinekaan global, bergotong royong dan kreatif,” harapnya(*)

*Reporter: Fitria Indah Saraswati