Fausiah Astrid salah satu anggota AJI menjadi pemateri pada Dikjur Himaprodi PBSI - Foto.Tini-Profesi

PROFESI-UNM.COM – Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan Diklat Jurnalistik (Dikjur) yang merupakan sebuah kegiatan wajib bagi mahasiswa angkatan 2018 yang memprogramkan mata kuliah jurnalis.

Dalam Dikjur kali ini Himaprodi PBSI menghadirkan banyak pemateri yang handal dalam bidang jurnalis, salah satunya adalah Fausiah Astrid dari Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) dengan membawakan materi sejarah jurnalistik.

Dalam pertemuan kali ini Fausiah membahas tuntas tentang sejarah jurnalistik, Ia mengungkapkan bahwa surat kabar pertama hampir sama konteksnya dengan hadirnya berbagai media seperti TV dan lainnya.

“Jadi ini merupakan cikal-bakal media, mereka hadir sama konteksnya dengan TVRI,” ujarnya.

Anggota AJI ini juga mengatakan bahwa cikal bakal dari berdirinya surat kabar dan media lahir dari media perjuangan yang bersifat informatif.

“Sifatnya ya tulisan-tulisan yang informatif, awal-awalnya juga sebenarnya mereka merupakan media perjuangan,” katanya.

Terlepas dari itu, Fausiah mengungkapkan bahwa hingga sampai saat ini masih banyak perdebatan yang muncul dari zaman Belanda dan Jepang yang turut mewarnai media.

“Sampai sekarang kita pun masih memperdebatkan apa yang dilakukan oleh Belanda dan Jepang, tapi sampai sekarang kita masih belum move-on,” jelasnya. (*)

*Reporter: Kristiani Tandi Rani