Pemantapan dan pendampingan proposal PKM 2021 FIP UNM oleh Bakhrani Rauf di aula Convention Hall FIP dan live via Zoom Cloud Meeting. Senin, (8/3) (Foto: Nur Azisa-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan pendampingan. Pendampingan ini berupa sosialisasi terkait teknis penyusunan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) hingga finalisasi ke laman simpkm.unm.ac.id. Bertempat di Aula Convention Hall FIP dan live Zoom Cloud Meeting, Senin (8/3).

Hal tersebut dilakukan untuk penyempurnaan proposal agar lebih maksimal sebelum mengunggah pada tahap akhir. Sebelumnya, FIP UNM berhasil menduduki peringkat ketiga dalam jumlah proposal yang masuk maupun lolos seleksi tingkat universitas yang diumumkan beberapa waktu lalu.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNM, Bakhrani, sekaligus Reviewer Nasional mengatakan, FIP UNM rata-rata mengambil skim PKM-Riset Sosial dan Humaniora. Olehnya, perlu untuk dilakukan pendampingan agar bidang yang telah dipilih tidak salah kategori.

“Silahkan berkonsultasi kembali dengan dosen pembimbingnya masing-masing, supaya jika nantinya ada judul yang mengarah kepada kewirausahaan itu bisa diubah kembali”, imbaunya.

Lebih lanjut, menurutnya, perpanjangan waktu finalisasi proposal harus dimanfaatkan dengan baik untuk lolos ke tahap pendanaan. Ia pun mengungkapkan, kebanyakan proposal disubmit oleh ketua pada detik-detik penutupan atau deadline finalisasi proposal.

Hal tersebut mestinya, tidak dilakukan. Sebab, terkadang server mengalami gangguan, hingga berakibat gagal submit. “Jangan mengira perpanjangan itu hanya penambahan waktu semata, tetapi alangkah baiknya memaksimalkan penyusunan dan memerhatikan secara rinci panduan yang telah disediakan. Pada saat terakhir waktu pengiriman itu sangat padat, jadi jangan berpacu pada deadline”, tandas Bakhrani.

Di samping itu, Ia pun menyarankan seluruh mahasiswa yang telah mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN), agar memanfaatkan penelitian dan karya tulisnya untuk bisa mengisi skim PKM-AI (Artikel Ilmiah), meskipun skim tersebut tidak diikutsertakan pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) nantinya.

“Sebenarnya PKM-AI tidak diikutkan PIMNAS, tapi cobalah mahasiswa yang telah mengikuti KKN untuk menampilkan Karya Tulis Ilmiah dari apa yang telah didapatkan pada saat itu”, tuturnya.

Bakhrani pun berharap agar UNM mampu menjadi top 10 pada pelaksanaan PIMNAS mendatang mengalahkan semua Perguruan Tinggi yang tergolong besar dan termasuk banyak mengukir prestasi.

“Mudah-mudahan UNM masuk 10 besar, tinggal dua langkah sebenarnya karena kita saat ini urutan ke-12. Di atas kita itu universitas besar semua”, harapnya. (*)

*Reporter: Nur Azisa/Editor: Muhammad Resky