Salah satu atribut yang menghiasi aksi kampanye aliansi FPR, Senin (8/3). (Foto: Muh. Ilham Raihan-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Aksi Aliansi FPR (Front Perjuangan Rakyat) Sulawesi Selatan dalam memperingat Hari Perempuan Internasional membawa beberapa tuntan. Aksi ini dilakukan di depan Gedung DPRD Kota Makassar, Jalan Urip Sumoharjo. Senin, (8/3).

Adapun Tuntutan Aliansi FPR Sulsel yaitu sebagai berikut:

  1. Negara harus bertanggung jawab terhadap perempuan, anak-anak dan seluruh rakyat tak berpunya selama penanganan Covid-19 dan bencana.
  2. Hentikan tindakan kesehatan diskriminatif terhadap perempuan, anak dan rakyat tak berpunya.
  3. Cabut UU Cipta Kerja dan peraturan turunannya.
  4. Sahkan RUU PKS.
  5. Stop pembungkaman Demokrasi.
  6. Stop diskriminasi upah dan perbaiki harga komoditas pertanian.
  7. Berikan penanganan serius bagi korban KDRT dan pelecehan seksual.
  8. Tindak tegas pelaku pelecehan dan kekerasan seksual dalam kampus.

Aksi ini tergabung dalam FPR Sulsel, BEM FE UNM, BEM FIS UNM, SERUNI Sulsel, FMN Makassar, HMJ PKO FIK UNM, PEMBARU Sulsel. (*)

*Reporter: Muh. Ilham Raihan