Peserta Grand Final Weekdis Debate Competition 2021. (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Komunitas Debat (Kombat) Universitas Negeri Makassar (UNM) berhasil lolos dalam pelaksanaan lomba International Studies Club (ISC). Kegiatan yang bertema “Pemulihan ekonomi di tengah Pandemi” yang berpusat di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pada tanggal 28 Februari hingga 7 Maret.

Kegiatan Lomba debat Bahasa Indonesia diadakan Oleh ISC UIN Jakarta yang diawali dengan Lomba Seleksi Video secara nasional.

Salah satu peserta yang berhasil lolos, Muhammad Nur Ikhsan Rasyid, mengatakan tahap seleksi yang di lakukan dengan mengirimkan beberapa video yang terbaik dan tahap selanjutnya adalah pengumuman hasil.

“Dari seleksi Video tersebut, 4 video terbaik melaju ke babak semifinal untuk debat head to head, In syaa Allah pengumuman sekaligus penutupan pada tanggal 14 maret”, katanya.

Lanjut, Dalam video yang ia kirimkan dengan timnya membahas tentang kehidupan di Era Pandemi saat ini serta diskusi yang telah di tentukan pembahasannya oleh panitia pelaksana.

“Video tersebut berisi topik yang dibahas oleh masing-masing kelompok, topik yang dibahas adalah issue Seputaran pandemi, dalam 1 video berisi Argumentasi mengenai topik yang ditentukan oleh panitia, Argumentasi tersebut disampaikan dalam bentuk tim, yang berjumlah 3 orang”, tuturnya.

Lebih lanjut, Mahasiswa Jurusan Fisika ini menjelaskan persiapan mereka menuju Lomba membutuhkan latihan secara rutin selama kurang lebih satu Bulan dan di bimbing oleh Kombat UNM.

“Persiapannya untuk delegasi dari UNM kira-kira sebulan, latihan di lakukan secara rutin dan dibina oleh kakak-kakak dari Kombat UNM, Sebagaian besar Persiapan diajar dan dituntun Persiapan dilakukan dengan melakukan simulasi debat atau belajar menyusun argument”, jelasnya.

Mahasiswa Angkatan 2020 itu menuturkan selama melakukan persiapan
menuju lomba, mereka melakukan pertemuan secara daring dengan pembimbing dari senior Kombat.

“Cara latihannya yakni pakai Fasilitas meeting Virtual seperti zoom atau Google meet Meskipun terhalang, tapi cara ini lumayan efektif sebab kami bisa berlatih dengan senior-senior yang berada di daerah lain”, tuturnya.

Sepanjang kompetisi juga, UNM berhasil meloloskan 2 tim sampai babak semifinal, Baru kemudian Melawan Universitas Indonesia di Babak final.

Ikhsan juga membagikan tips menang dalam lomba Komunitas Debat UNM.

“Tentu konsisten latihan, apalagi komunitas debat UNM sangat memfasilitasi kami dalam berlatih, rajin menambah wawasan dengan membaca atau mengikuti trend-trend yang ada di internet kurang kebih seperti itu,” bebernya.

Terakhir, Ia berharap Kombat UNM di jadikan UKM untuk para pendebat agar bisa mengasah kemampuan yang mereka miliki dan melatih diri untuk berkompetisi pada ajang selanjutnya.

“Saya mewakili teman-teman Kombat tentu mengharapkan Kombat menjadi UKM, sehingga kita para pendebat bisa lebih mengasa kemampuan dan memiliki wadah untuk berlatih yang lebih memadai. Kami juga berharap agar tidak hanya berhenti di kompetisi ini, namun juga di kompetisi lainnya”, harapnya (*)

*Reporter: Sumaya Nursyahidah/ Editor: Murni