Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) mengajari murid (foto-ist)
Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) mengajari murid (foto-ist)

PROFESI-UNM.COM – Program Kampus Merdeka yang jadi bagian dari Merdeka Belajar, telah membuka ruang bagi mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM). Hal ini diperuntukkan untuk mengabdi menjadi tenaga pengajar, sekaligus ajang uji keterampilan di bangku Sekolah Dasar (SD) yang terindikasi 3T.

Menurut Wakil Dekan Bidang Akademik (WD I) Fakultas Teknik (FT) UNM) Ruslan, mahasiswa pengajar dituntut tidak hanya sekadar pandai berteori. Juga, terampil dan mampu untuk bersinergi dengan pengetahuan yang dimiliki murid SD.

“Jadi makanya harus ada pengalaman bukan sekedar hasil pendidikan, meskipun doktor belum tentu bisa mengajar dengan baik,” ujarnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Dosen Pendamping Lapangan (DPL) yang telah mendapat rekomendasi dari Dekan, akan memberikan arahan dan bimbingan kepada mahasiswa pengajar dilokasi.

Ruslan mengatakan, DPL mestinya sudah memiliki kapabilitas dan pengalaman mumpuni untuk mengarungi program tersebut. Tak dapat dipungkiri, meskipun bergelar Magister ataupun Doktor sekalipun, tak menjamin integritas seorang Dosen. Sebab, diantara DPL dengan mahasiswa pengajar, memang dibutuhkan sinergitas untuk mencapai tujuan program itu.

“Jadi pertimbangannya, dosen pendamping lapangan diluar tadi memang wawasannya tentang pedagogic sudah bagus, pengalamannya sudah bagus, minimal dia alumni S2 atau S3 kependidikan. Kan banyak dosenmu yang baru tidak karu-karuan mengajarnya. Karena, kehebatan aplikatif itu sangat terkait dengan pengulangan. Nah, pengulangan dilakukan langsung bukan teoritik,” tegasnya. (*)

*Reporter: Muhammad Resky