Rektor UNM, Husain Syam pada saat membuka pelatihan dan pemantapan teknis di Hotel Claro. (Foto-Dok. Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Universitas Negeri Makassar (UNM) tahun ini kian serius mempersiapkan mahasiswanya di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 34 tahun 2021. Hal ini telihat dari semakin giatnya UNM mensosialisasikan kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang merupakan jalan menuju Pimnas nantinya.

Tercatat ada sekitar 800 proposal PKM lima bidang yang dihasilkan mahasiswa dari sembilan fakultas. Proposal ini nantinya akan diikut sertakan dalam seleksi pendanaan disitus simbelmawa.kemdikbud.go.id.

Melihat progres dari PKM tahun ini, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UNM Bakhrani Rauf, mengatakan, semua ini tidak terlepas dari antusiasme setiap fakultas yang selalu berusaha membina mahasiswanya agar mengikuti PKM ini. Selain itu, koordinasi antar pimpinan mulai dari Rektor, Dekan, hingga para wakil Dekan III selalu berjalan dengan baik sehingga mampu mengatur dengan baik kegiatan PKM.

“Saat ini saya lihat semua fakultas antusias mengarahkan mahasiswanya ikut PKM. Pimpinan fakultas juga aktif untuk menyelenggarakan workshop-workshop PKM, sehingga akhirnya banyak proposal yang lolos di1tingkat universitas,” katanya.

Ia turut menjelaskan bahwa tahun ini ada 840 proposal yang akan dibawa untuk seleksi pendanaan. Proposal itu terdiri dari PKM lima bidang, yakni Riset, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kewirausahaan, Penerapan Iptek, dan Karsa Cipta. Saat ini karena masa penerimaan proposal PKM di Kemdikbud diperpanjangan, maka akan difokuskan pada perbaikan proposal agar lebih matang untuk mengikuti seleksi nantinya.

“Semua proposal yang lolos ini berasal dari beragam fakultas namun beberapa fakultas memang terlihat mulai memfokusi satu bidang seperti FE yang mendominasi PKM Kewirausahaan, FT PKM Karsa Cipta, dan FBS di PKM Sosial Humaniora. Ini merupakan progres yang bagus, mudah-mudahan banyak proposal yang lolos pendanaan nantinya agar peluang di Pimnas juga semakin besar,” jelasnya.

Selain 840 proposal yang saat ini dihasilkan UNM untuk mengikuti seleksi pendanaan nantinya. Menurut Bakhrani, masih ada PKM tiga bidang yang saat ini ditunggu kuotanya terpenuhi yaitu PKM Gagasan Futuristik Konstruktif, PKM Karya Tulis yaitu, Artikel Ilmiah dan Gagasan Tertulis (PKM-GT). Ketiga PKM ini memiliki seleksi universitas yang terpisah dari PKM lima bidang karena memiliki batas kuota disetiap bidangnya.

“PKM tiga bidang ini merupakan hal baru namun sudah banyak diminati oleh mahasiswa. Kuotanya sendiri terbagi dari PKM Artikel Ilmiah dan Gagasan Tertulis 90 proposal dan PKM Gagasan Futuristik Konstruktif 120 proposal. Kuota dari ketiganya sudah hampir memenuhi, jadi target sebelum ditutup seleksi kemdikbud kuota sudah terpenuhi,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan (WR III) UNM Sukardi Weda juga mengapresiasi banyaknya proposal yang dihasilkan mahasiswa. Banyaknya proposal ini membuka peluang besar untuk banyak lolos pendanaan dengan begitu peluang tim lolos pimnas juga akan semakin besar. UNM yang sebelumnya menempati peringkat 12 secara nasional diharapkan mampu naik ke peringkat yang lebih tinggi lagi.

“Iya mudah-mudahan peluang untuk masuk 10 besar bisa terbuka lebar dengan banyaknya proposal yang akan ikut seleksi nantinya. Target kita semoga bisa terpenuhi karena ini ajang bergengsi,” katanya.

Ia juga menyebut akan terus mengadakan workshop dan pendampingan untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi lebih matang lagi. Menurutnya, Ia terus berkoordinasi dengan rektor dan para pimpinan fakultas agar bisa memaksimalkan kinerja nantinya.

“Kita akan tetap berusaha, saya selama ini merupakan kepentingan yang bagus untuk UNM maka akan terus didukung agar menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya,” jelasnya. (*)

“Reporter: Fikri Rahmat Utama