Ilustrasi Bangun Tidur-(foto-ist)
Ilustrasi Bangun Tidur-(foto-ist)

PROFESI-UNM.COM – Apakah anda sering merasa kesal karena bangun kesiangan? Padahal, Anda sudah mencoba untuk tidur lebih cepat atau memasang alarm. Perasaan kesal dan bersalah kerapkali muncul ketika kita gagal bangun pagi sesuai jadwal. Padahal, segudang pekerjaan menumpuk. Anda merasa harus memiliki waktu ekstra untuk melakukannya. Namun, bangun kesiangan seringkali mengacaukan semuanya.

Tentu anda tidak ingin terus menerus bangun telat bukan? Bayangkan, betapa menyenangkan kita bisa bangun pagi sebelum matahari terbit dan menyiapkan banyak hal. Anda bisa memakai waktu pagi untuk membaca, untuk sarapan bersama keluarga, atau melakukan hal produktif lainnya.

Hal-hal menyenangkan di pagi hari tidak akan bisa kita lakukan jika bangun kesiangan. Beberapa langkah di bawah ini mungkin bisa mengatasi kesulitan bangun tidur Anda.

  1. Kenali jam tubuh sendiri

Tubuh membuat perubahan untuk mengantisipasi Anda yang ingin tidur. Hal ini dilakukan dengan cara seperti menurunkan suhu tubuh dan detak jantung, satu atau dua jam sebelum tidur. Selain itu, tubuh pun melepaskan melatonin ke dalam aliran darah. Kegiatan ini akan memuncak pada pukul 3-4 pagi dan setelah itu tubuh mulai proses bangun tidur. Pada pukul 4-6 pagi, kebanyakan orang justru sedang tidur dengan lelapnya. Bangun tidur pada jam-jam tersebut pun akan terasa sangat sulit.

Jika jadwal tidur Anda kacau atau tidak konsisten, Anda mungkin tidak tahu berapa banyak waktu yang dibutuhkan oleh tubuh untuk tidur secara alami. Dianjurkan untuk mulai tidur dan bangun pada waktu yang sama  dengan durasi 8 jam tidur.

Ada juga orang yang butuh kurang atau lebih dari delapan jam tidur setiap hari. Oleh karena itu, dianjurkan agar memerhatikan ritme tubuh masing-masing.

2. Tekad

Agar bangun pagi tak terasa sulit, coba tanamkan dalam-dalam kenapa Anda harus bangun pagi. Apakah Anda harus bekerja? Mengurus dan mengantar anak ke sekolah? Meluangkan waktu untuk sarapan sambil berbincang dengan keluarga? Olahraga? Atau berbagai alasan lainnya?

3. Matikan lampu, televisi, dan gawai sebelum tidur

Cukup tidur dapat membuat bangun pagi terasa lebih mudah. Namun, apabila mata tidak bisa berhenti melihat gawai, laptop, atau televisi hingga waktu tidur tiba, Anda kemungkinan akan susah terlelap atau tidur dengan nyenyak. Untuk itu dianjurkan untuk mematikan gawai atau alat elektronik lain setidaknya satu jam sebelum Anda mulai beranjak ke tempat tidur.

4. Jangan sentuh tombol snooze alarm

Jika saat ini Anda terbiasa menggunakan tombol tunda ketika bangun, sebaiknya Anda hentikan kebiasaan ini. Atur alarm agar Anda bangun di menit-menit akhir supaya tidak tergoda untuk tidur kembali. Jika jarak alarm dan Anda sangat dekat hingga tombol snooze bisa dijangkau dengan sangat mudah, Anda pasti akan tertidur kembali selama beberapa menit.

5. Olahraga

Selain menjaga dan meningkatkan kebugaran, olahraga juga memberikan energi pada pikiran dan tubuh. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa olahraga teratur dapat meningkatkan kualitas tidur, terutama bagi orang-orang yang menderita insomnia atau gangguan tidur lainnya.Awali pagi Anda dengan kegiatan sehat agar tubuh benar-benar bangun dan tidak mengawang, seperti:

  • Tarik napas dalam-dalam tiga atau empat kali.
  • Duduk dan ayunkan-ayunkan kaki.
  • Lakukan perengangan agar anggota tubuh bangun.
  • Senyum akan memberikan energi postif untuk memulai hari Anda.
  • Jika tubuh masih terasa berat, pergi ke balkon/depan/belakang rumah dan tarik napas dalam agar paru-paru terisi dengan udara pagi yang segar.

6. Rawat tubuh Anda dengan makanan sehat

Hindari makanan yang tinggi akan kandungan gula, lemak, dan biji-bijian olahan. Sebaliknya, konsumsilah makanan terutama yang terbuat dari protein tanpa lemak, sayuran, buah, biji-bijian utuh dan lemak yang sedikit.

7. Evaluasi tidur

Gangguan tidur seperti sleep apnea, atau yang disebabkan oleh alergi atau depresi, bisa menyebabkan kualitas tidur terganggu.

Usaha agar dapat bangun tidur tepat waktu bisa dimulai dari malam sebelumnya. Jika Anda benar-benar berkeinginan kuat, bangun pagi tanpa rasa malas bisa dicapai. Namun jika bangun tidur Anda disertai dengan sakit kepala, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter karena itu bisa saja menjadi gejala penyakit tertentu. (*)

*Reporter: Murni