Penyambutan Mahasiswa PUSPAKONS MBKM FIP UNM di DP3A 3 Kabupaten Kota Makassar, Gowa, dan Maros, (5/3).Foto-Ist
Penyambutan Mahasiswa PUSPAKONS MBKM FIP UNM di DP3A 3 Kabupaten Kota Makassar, Gowa, dan Maros, (5/3).Foto-Ist

PROFESI-UNM.COM – Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PPB) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar mewujudkan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) kedalam Program Unggulan Penguatan Karakter Anak dan Orang Tua melalui Bimbingan dan Konseling (PUSPAKONS).

Program ini dilaksanakan oleh Prodi BK FIP UNM bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3A Dalduk KB). Kegiatan ini bertujuan untuk membelajarkan mahasiswa pada kondisi real di lapangan.

Sekretaris Jurusan PPB FIP UNM, Suciani Latif menuturkan bahwa DP3A dipilih sebagai mitra karena programnya sangat sesuai dengan tujuan dari proyek kemanusiaan yang menjadi pilihan prodi BK dari 8 program MBKM.

“Pada proyek kemanusiaan ini, mahasiswa diharapkan memiliki empati terhadap masalah-masalah kemanusiaan khususnya memberikan bantuan pada masyarakat yang membutuhkan layanan BK,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ia juga mengungkapkan rasa senangnya karena PUSPAKONS ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk terjun langsung di lapangan.

“Sangat senang, dengan kegiatan ini mahasiswa bisa mengembangkan empati dan kepekaan sosial mereka serta membuka peluang jadi relawan dan bekerja sebagai konselor jika telah menyelesaikan studinya,” lanjutnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 48 orang mahasiswa BK angkatan 2018 dan di tempatkan pada 3 kabupaten kota yakni Makassar, Maros dan Gowa. 48 orang tersebut sebelumnya telah di seleksi dan diberikan pembekalan mengenai program-program yang akan dilaksanakan.

Adapun program tersebut ialah bimbingan pra nikah, konselor sebaya penggerak, bimbingan lifeskill, sukses meraih masa depan, dan bimbingan anti bullying. Kelima program ini memiliki aktivitas dan tagihan yang bernilai 20 SKS. (*)

*Reporter: Annisa Puteri Iriani