Ramah Tamah & Penutupan Bakti Sosial BEM FMIPA UNM, Jumat, (5/3).Foto-Ist
Ramah Tamah & Penutupan Bakti Sosial BEM FMIPA UNM, Jumat, (5/3).Foto-Ist

PROFESI-UNM.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Bakti Sosial (Baksos) dengan mengungsung tema ‘Mengabdi dengan Aksi Bergerak dengan Hati’.

Bakti sosial ini diadakan mulai tanggal 22 Februari hingga 03 Maret 2021 bertempat di Kampung Muallaf, Kelurahan Betteng, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Lembaga Kemahasiswaan (LK) se-FMIPA UNM, panitia, Biro BEM FMIPA UNM, volunteer, dan masyarakat Kampung Muallaf.

Ketua Panitia Baksos BEM FMIPA UNM, Abdul Qalam Muntaha mengungkapkan bahwa kegiatan ini  merupakan program kerja dari Kementerian Sosial dan Politik. Program kerja yang dilakukan berupa pengabdian kepada masyarakat sebagai representasi tri darma perguruan tinggi.

“Baksos ini merupakan program kerja dari Kementerian Sosial dan Politik, kegiatan baksos kali ini merupakan kegiatan yang betul-betul sebagai representasi dari salah satu poin tri darma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Qalam sapaan akrabnya juga menambahkan bahwa tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk membantu masyarakat dari segi pendidikan maupun peningkatan soft skill. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun hubungan sosial kemasyarakatan yang bermanfaat untuk sesama manusia.

“Tri darma perguruan tinggi di poin ke tiga yaitu pengabdian kepada masyarakat tujuan yang ingin dicapai yaitu masyarakat dapat terbantu dari segi pendidikan maupun peningkatan soft skill untuk keterampilan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat dan juga menerapkan disiplin ilmu yang didapatkan selama ini di ruang-ruang intelektual perkuliahan untuk membangun hubungan sosial kemasyarakatan yang bermanfaat untuk sesama manusia.

Mahasiswa jurusan Geografi ini juga menambahkan, bukan tentang seberapa banyak yang diberikan tapi berapa banyak cinta yang kita berikan dalam sebuah pemberian mungkin itu sebagai gambaran dari teman-teman panitia dalam melaksanakan kegiatan baksos bagaimana agar masyarakat dapat menjadi manusia yang betul-betul manusia dalam hakikat kemanusiaan itu sendiri membantu kepada sesama.

“Bukan tentang seberapa banyak yang diberikan tapi berapa banyak cinta yang kita berikan dalam sebuah pemberian mungkin itu sebagai gambaran dari teman-teman panitia dalam melaksanakan kegiatan baksos,” tutupnya. (*)

*Reporter: Murni