Seminar Andi Sapada Mappangile bertempat di Persik Hall Four Points Sheraton, Makassar, Selasa (2/3). (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Asal (ISA) Sidrap, Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Makassar (UNM) dan keluarga besar Andi Sapada baru saja menggelar seminar “Andi Sapada Mappangile, dari revolusi hingga meretas jalan pembangunan ekonomi dan pendidikan”. Seminar ini berjalan secara blended (Daring dan Luring) di Persik Hall Four Points Sheraton, Makassar dan Zoom Cloud Meeting, Selasa (2/3).

Seminar ini dilaksanakan dalam rangka pengusulan Andi Sapada Mappangile mendapatkan Anugerah Bintang Kehormatan RI/Pahlawan Nasional 2021.

Dengan menggusung tema ‘Refleksi Semangat, Konsep dan Gagasan Andi Sapada Mappangile Suatu Ikhtiar Dalam Proses Transformasi Semangat dan Nilai Perjuangan Bagi Generasi Muda’ diisi dengan dialog interaktif seminar Andi Sapada.

Sebanyak 300 peserta yang mengikuti seminar tersebut berasal dari Mahasiswa, Guru, Dosen dan Tokoh Masyarakat Sidrap. Turut hadir Direktur Kepahlawanan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial RI, Kepala Dinas sosial Sulsel, Sekertaris Daerah Kabupaten Sidrap, Wakil Rektor 3 UNM, Dekan FIS UNM, Ketua MADA LVRI Sulsel, Ketua AGSI Sulsel, Ketua ISA Sidrap. Acara ini dibuka oleh Andi Faisal Sapada (mewakili keluarga Alm. Andi Sapada Mappangille)

Panglima Kodam XIV Hasanuddin selaku Keynote Speaker dan menghadirkan tiga narasumber yakni Bahri, Andi Makmur Makka (Staf Ahli Menristek dan Direktur Komunikasi The Habibie Center Building), Joko Rianto (Direktur Kepahlawanan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial RI) dan dimoderatori oleh Bustan.

Sekretaris Panitia Pelaksana, Amirullah mengatakan seminar ini digelar yang kedua kalinya. Untuk diketahui, seminar menjadi salah satu persyaratan pengusulan Andi Sapada mendapatkan Anugerah Bintang Kehormatan RI.

“Kegiatan seminar ini yang kedua kalinya di gelar, dimana yang pertama di gelar di Kabupaten Sidrap untuk mengusung Almarhum Andi Sapada Mappangille sebagai Pahlawan Nasional,” kata Amirullah.

Seminar ini dilaksanakan sesuai protokol kesehatan virus corona seperti memakai masker, mencuci tangan, jaga jarak 2 meter dan tidak berjabat tangan.(*)

*Reporter: Agatoni Buttang/Editor: Fitria Indah Saraswati