Rudi Hartono saat memaparkan materi tentang Konsep dan Cara Menulis Berita sekaligus menjadi narasumber dalam Workshop Kelas Rilis yang diadakan oleh MP Ekolibrium FEB UNM, Minggu (21/2). Foto: Azisa-Profesi

PROFESI-UNM.COM – Rudi Hartono menjadi narasumber sekaligus pemateri dalam Workshop Kelas Rilis yang diadakan oleh Mahasiswa Penelitian (MP) Ekolibrium Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Makassar (UNM), Minggu (21/2).

Dalam workshop yang berlangsung via daring tersebut, Ia membagikan beberapa konsep dan bagaimana cara menulis berita dengan mudah dan asyik, antara lain tahap dan teknik menulis berita. Rudi mengungkap pentingnya mengamati situasi dan kondisi di lapangan dalam membangun kerangka berita.

“Ketika kita ingin membangun kerangka berita, sebaiknya perhatikan juga lokasi dan kondisi kejadian kemudian amati apa yang terjadi di sekitarnya. Itu semua bisa jadi bumbu dalam berita. Di situlah nilai beritanya jika kita mampu mendapatkan sesuatu yang luput dari perhatian orang lain”, ungkapnya.

Di samping itu, Ia juga menampik bahwa sebuah perusahaan media tentunya memiliki pola tersendiri jika ingin menerbitkan berita yang dirilis oleh wartawan.

“Setiap perusahaan media itu memiliki pola-pola yang berbeda dalam menerima berita yang masuk dari wartawannya. Berdasarkan dari pengalaman saya dari berbagai media dengan pola yang sama dalam merilis foto, itu berbeda rilis beritanya meski saya gunakan pola yang sama karena kebijakannya tidak sama”, paparnya.

Tak lupa, Ia menyematkan perihal konten berita yang kiranya mengedepankan kemanfaatan berita dan tidak memberikan hasutan, fitnah maupun kebohongan yang berujung hoax.

“Konten berita itu harus memberikan kemanfaatan dan tidak memberikan hasutan atau pembohongan. Artinya tidak menimbulkan dampak negatiflah pada masyarakat, terutama tidak mempertentangkan SARA dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat,” pungkasnya.(*)

Reporter: Nur Azisa/Editor: Muhammad Rezky H.