Rudi Hartono saat menjadi narasumber dalam Workshop Kelas Rilis yang diadakan oleh MP Ekolibrium FEB UNM, Minggu (21/2). Foto-Azisa

PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa Penelitian (MP) Ekolibrium Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Makassar (UNM) dalam Workshop Kelas Rilisnya menghadirkan pemateri sekaligus narasumber Rudi Hartono yang merupakan Pimpinan Redaksi Seratusnews dan Best Citizen Journalist Indonesia.

Workshop tersebut mengangkat tema “Memahami Konsep dan Cara Menulis Berita dengan Mudah dan Asyik” yang berlangsung dalam jaringan (daring) via Zoom Cloud Meeting, Minggu (21/2).

Dalam pemaparannya, Rudi Hartono membeberkan kiat dan fakta menarik dalam berkutat di ranah kejurnalistikan. Ia menyampaikan bahwa menulis berita itu sama halnya dengan seorang youtuber dalam mengejar jam tayang saat menit pertama.

“Membuat berita itu hampir mirip dengan youtuber. Mereka mengejar jam tayang dan bagaimana membangun sebuah kesan saat menit-menit awal agar penonton tertarik dengan kelanjutan konten yang dibuatnya. Kalau seorang jurnalis juga perlu membuat para pembaca penasaran di alinea pertama. Jangan bongkar semua data-data di awal, tetapi sebaiknya taruh di akhir supaya pembaca terus gulir ke bawah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ia pun mengatakan bahwa seorang jurnalis memiliki tanggung jawab yang besar namun juga dibarengi dengan kekuatan tambahan yang menjadikannya orang yang spesial.

“Jadi jurnalis itu ada kekuatan tambahan, namun dengan tanggung jawab yang bertambah juga. Di samping itu, kalian juga akan menjadi orang yang spesial. Sebagai contoh kalau ada konser artis Korea, Kalian posisinya yang terdepan kan, karena status kalian berbeda, kalian punya kartu atau tanda pengenal yang memperbolehkan kalian berada di posisi tersebut”, papar Rudi Hartono.

Di samping itu, Rudi menghimbau agar para wartawan maupun jurnalis agar selalu membaca dan memerhatikan berita yang telah mereka tulis di portal berita guna membandingkan letak perubahan setelah diedit oleh seorang editor.

“Sebagai seorang wartawan yang bijak, sebaiknya juga harus membaca hasil tulisannya agar mampu membandingkan di mana letak perubahannya setelah editor mengedit tulisan yang masuk”, tuturnya.(*)

Reporter: Nur Azisa/Editor: Muhammad Rezky H.