Dashboard SYAM-OK. (Foto: Tito Koes Herdianto)

PROFESI-UNM.COM – Merujuk pada Surat Keputusan (SK) Rektor Nomor 0006/UN3/KP/2021 yang menetapkan perkuliahan dilakukan secara daring dengan menggunakan aplikasi System and Application Management Open Knowledge (SYAM-OK). Memasuki pekan kedua perkuliahan, aplikasi SYAM-OK menuai banyak keresahan dari mahasiswa.

Inisial M misalnya, Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidiakan ini beranggapan SYAM-OK justru kontradiksi dengan namanya. Sebab, terdapat banyak kendala yang terjadi.

“SYAM-OK tidak oke, banyak pengguna yang masuk secara bersamaan yang menyebabkan sistem menjadi down,” anggapnya.

Hal tersebut juga dirasakan oleh R, mahasiswi Fakultas Ekonomi (FE). Ia mengatakan, sering kali terjadi eror yang menyebabkan beberapa mahasiwa lambat mengisi absen, ditambah juga tidak adanya notifikasi yang masuk ketika pembelajaran dimulai

“Tidak ada notifikasi yang masuk ketika perkuliahan dimulai, mau bilang tidak suka tapi mau bagaimana lagi harus pake itu,” ungkapnya

Menurutnya, akses digital di era industri 4.0 mestinya semakin efisien dan mudah. Namun, SYAM-OK justru memperlihatkan sifat dekadens. Akibatnya, SYAM-OK malah tak mampu berakselerasi dengan laju perkembangan zaman.

“Kuliah daring ini kita butuh akses yang mudah tapi SYAM-OK, justru aksesnya berbelit bukannya mempermudah malah mempersulit dan terlalu banyak akses yang dilewati, belum lagi kadang sistemnya yang error,” katanya.

Mahasiswi FE ini berharap agar sistem SYAM-OK secepatnya bisa diperbaiki dan lebih mempermudah. Agar jalannya perkuliahan bisa lebih efektif.

“Saran dari saya kalau memang mengharuskanki gunakan SYAM-OK harusnya sistemnya diperbaiki dan mungkin lebih dipersingkat untuk proses masuknya agar lebih efisien,” harapnya. (*)

*Reporter: Tito Koes Herdianto/Editor: Muhammad Resky