Aliansi mahasiswa UNM saat melakukan unjuk rasa di depan Menara Pinisi UNM, Jumat (25/1) - (Foto: Fadhil)

PROFESI-UNM.COM – Aliansi mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menuntut birokrat kampus mengenai subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) secara general. Unjuk rasa tersebut berlangsung di depan Menara Pinisi UNM, Jumat (29/1).

Berlangsungnya aksi ini membuat masyarakat dan pihak kepolisian menuai tanggapan yang positif namun ada juga tanggapan negatif. Salah satunya menyetujui segala bentuk tuntutan yang disampaikan oleh massa aliansi UNM.

Pihak kepolisian mengapresiasi para mahasiswa dalam menyampaikan aspirasinya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Selain itu demonstrasi berlangsung secara tertib dan tidak mengganggu pengendara jalan yang melintas di depan Menara Pinisi.

Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Rappocini, A. Ashari mengatakan hal seperti ini yang dilakukan oleh aliansi mahasiswa sudah lumrah di khalayak umum asalkan tidak mengganggu pengguna ruas jalan pengendara. Akan tetapi, mereka tetap berkomunikasi kepada jenlap agar mengikuti aturan yang berlaku di Makassar. salah satu aturannya yaitu kegiatan tetap dibatasi hingga pukul 18:00 Wita.

“Sebetulnya untuk menyampaikan aspirasi dari aliansi mahasiswa itu wajar-wajar saja, karena arus lalu lintas tetap berjalan lancar. Kita sudah upayakan melalui pendekatan baik yang dilakukan oleh WR III bersama dengan kami dari kepolisian tetap berkoordinasi dengan korlabnya agar kegiatan ini berakhir,” ucapnya.

Ashari berharap aspirasi dari aliansi mahasiswa UNM dapat tersampaikan dengan baik sehingga bisa menyelesaikan permasalahan yang menjadi keresahan di masa pandemi ini.

“Mudah-mudahan apa yang disuarakan oleh adik- adik mahasiswa, ada realisasi dari pihak universitas, karena persoalannya mereka kan dari pihak internal,” harapnya. (*)

*Reporter: Muhammad Khadafi