FPR saat mengungkapkan orasinya di depan kantor pengadilan - Foto.Fadhil-Profesi
FPR saat mengungkapkan orasinya di depan kantor pengadilan - Foto.Fadhil-Profesi

PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Front Perjuangan Rakyat (FPR) Indonesia kembali menggelar aksi solidaritas di Depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (26/1).

Salah satu Aliansi FPR, Ikbal mengatakan Ijul merupakan korban salah tangkap oleh aparat kepolisian karena bukti yang sudah dipegang dari Aliansi FPR sudah jelas bahwa Ijul tidak bersalah.

“Kawan-kawan FPR memandang bahwa kawan kami khususnya Ijul itu korban salah tangkap oleh pihak kepolisian, karena kenapa saudara Ijul ini sering memimpin aksi jadi dia yang ditangkap tapi dari kronologi bukti sudah bahwa Ijul tidak bersalah dan buktinya sudah dipegang oleh teman-teman baik CCTV dan bukti lainnya bahwa kawan kami tidak terlibat di dalam pembakarannya,” ucapnya.

Lanjut, Ia menjelaskan persidangan sudah memasuki pemeriksaan penyidik dan tersangka selanjutnya Aliansi mengajukan sidang pra peradilan tapi ditolak oleh majelis karena menganggap sidang sudah memenuhi teknis pemeriksaan.

“Proses persidangan hari ini sudah masuk pemeriksaan penyidik dan terdakwa tapi beberapa kali kami mengajukan sebelum sidang inti itu melakukan sidang pra peradilan. Namun, majelis hakim menolak karena menganggap proses penangkapannya itu sudah sesuai prosedur,” jelasnya.

Kemudian, Ia menuturkan bahwa Aliansi FPR menganggap penangkapan Ijul tidak sesuai prosedur.

“Dari teman-teman Aliansi FPR menganggap proses penangkapan Ijul itu tidak sesuai prosedur karena tidak ada pemanggilan sebagai saksi langsung yang ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Terakhir, Ia berharap agar korban salah tangkap bisa secepatnya dibebaskan.

“Kami berharap kawan kami Ijul dan korban lainnya yah bisa di bebaskan,” harapannya.(*)

*Reporter: Nuraisna Ramadani/Editor: Kristiani Tandi Rani