proses pembelajaran kuliah daring - Foto.Dok-Profesi
proses pembelajaran kuliah daring - Foto.Dok-Profesi

PROFESI-UNM.COM – Pergeseran suasana belajar luring ke daring tidak semestinya dijadikan dosen melonggarkan beban mengajar. Celakanya beberapa oknum dosen di Universitas Negeri Makassar (UNM) diakui mahasiswa bertindak demikian. Alih-alih memberi kuliah intens sesuai jadwal, mereka malah memanfaatkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk merapel bahkan mengurangi jam mengajar.

Pantas saja Ana (disamarkan), mengecap mereka sebagai dosen malas. Bukan tanpa alasan Mahasiswa Jurusan Biologi itu berujar demikian, dirinya mendapati beberapa dosen hanya mengajar satu jam pertemuan melalui Zoom. Perkuliahan pun diberikan terburu-buru dan malahan mahasiswa dituntut menguasai materi secara mandiri. Bahkan katanya ada pula dosen menjadikan tugas sebagai pengganti pertemuan kuliah tanpa pernah diberikan materi belajar. “Ada juga dosen kalau masuk cuma suruh absen di mipalearn, baru kerja tugas. Materinya cuma Ia upload di mipalearn baru disuru pahami sendiri,” sebutnya.

Hal itu juga dialami Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi (FE), Memet (disamarkan) yang mengeluhkan kebiasaan buruk ini. Malahan Memet menyebut pemberian tugas dari dosen kepada mahasiswa tidak sebanding materi perkuliahan yang diterimanya.

Oknum dosen malas juga didapati oleh Rey (disamarkan), Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika dan Komunikasi (PTIK). Dirinya mengungkapkan kebiasaan seorang dosen sering kali absen saat perkuliahan berlangsung tanpa keterangan jelas.

“Dua kali ji masuk kelasku, baru kalau dihubungi sama ketua tingkat na read saja tidak ada juga konfirmasinya. Baru kalau mengajar santai sekali ji,” ujarnya.

Mendengar keluhan itu, Ketua Program Studi Manajemen FE, Agung Widhi pun tidak menampik adanya oknum dosen malas di prodinya. Agung mengaku sering mendapati sikap tidak konsisten dosen menjadwalkan perkuliahan. Meski begitu, Ia berharap agar mahasiswa dapat memahami PJJ tidak dapat dibuat ideal secara spontan.

“Tentang memindahkan jadwal, memang sebagian dosen ada begitu, karena kelas kami begitu banyak dan jumlah dosen tidak sebanding, belum lagi setiap hari ada seminar proposal, hasil dan tutup,” terangnya.

Ia beralasan pandemi tentunya berdampak besar pada kondisi belajar mahasiswa. Tidak adanya persiapan matang dan pengalaman terutama pada beberapa dosen sepuh atau masih gagap teknologi pastinya berpengaruh diefektivitas PJJ.

“Kita benahi saja pelan-pelan, Insyaallah kedepannya lebih baik lagi,” harapnya.

Adapun penuturan Ketua Jurusan PTIK, Mustari Lamada, Ia menghimbau agar setiap ketua tingkat melaporkan oknum dosen malas kepada birokrasi. Mustari mengaku akan menindak tegas dosen tersebut demi perbaikan PJJ.

“Sebelum pandemi Covid-19 kami punya tim monitoring yang memantau perkuliahan tiap jam perkuliahan, tiap ruang kelas,” jelasnya.

*Tulisan ini telah terbit di Tabloid Profesi edisi 245